Alter Ego (1) : Environmentalist

Saya bingung melihat orang-orang pada ribut banget soal isu lingkungan. Sedikit-sedikit mereka bicara soal lingkungan.

‘ih, ga peduli banget sih lo ama lingkungan’

‘hidup saya untuk menyelamatkan bumi’

‘orang-orang bodoh itu menebang berhektar-hektar hutan hanya untuk membuat tissu’

Yaelah. Munafik banget bagi saya. 

Kok lo ngomong gitu sih?

Ya iyalah. Realistis dong sob. Saya ini bukannya tidak peduli, tapi saya realistis. Bumi ini diciptakan untuk manusia. Emangnya di toilet anda tidak memakai tissu? Lalu apa maksudnya anda meminta tissu sama teman anda untuk mengelap bekas makanan di mulut anda sementara anda berteriak hentikan penebangan hutan (untuk membuat tissu)?

Iya sih, ya suka-suka mereka sih mau ngomong apa soal lingkungan. Toh pada akhirnya mereka cuma berteriak dengan mulut bau dan suara-suara sumbang sementara kehancuran bumi terus berjalan, iya kan? Tapi gue rasa kalo lo kaya gitu lo bisa dibilang skeptis deh bal. Lo kayaknya ga percaya banget bumi bisa disembuhkan dan diselamatkan. 

Terserah deh orang mau pada ngomong apa, bal. Tapi saya hanya meyakini yang benar bagi saya. Tak perlu lah kita berpura-pura peduli atas nama idealisme, sedangkan idealisme itu sendiri idealisme yang salah. Liat aja contohnya waktu Perpustakaan Pusat UI yang baru dibangun.

Ah iya bener banget tuh, bal.

Emang anda tahu apa?

Waktu baru dibangun, orang-orang itu yang mengaku-ngaku environmentalist berteriak menolak pembangunan. Katanya ngerusak hutan, mencemari danau, menebang banyak pohon, bikin polusi baru, dan bla-bla-bla lainnya. Pas udah jadi, hah, hilang tuh semua teriakan. Dengan muka sumringah, mereka masuk perpustakaan dengan beribu kata ‘waw’ dan lupa dengan semua ‘ngerusak hutan’, ‘mencemari danau’, dan ‘bikin polusi baru’. Mereka memakai fasilitas dengan penuh gembira dan suka cita. Itu munafik bukan sih namanya?

Hmm, bukan munafik juga sih menurut saya. Rasanya terlalu kasar kalau kita mengatakan seperti itu. 

Jadi apa?

Ya apa deh terserah mereka. Yang penting kita rasional aja. Ke perpus yuk, saya mau nulis di blog. 

Ayo, kita ke tempat yang merusak hutan dan mencemari danau, hahahaha.

Hahahaha. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close