Untuk Hitam (2)

Hitam,

Masihkah engkau menunggu goresan tinta?

Hitam,

Masihkah kita harus menunggu senja, sementara rasa telah menggulung puluhan malam purnama? Masihkah kita harus membangun rasa, sementara kelopak telah berubah menjadi bunga, dan bunga telah gugur menjadi hara?

Hitam,

Rahasia ini, janji kita untuk dijaga. Janji kita untuk dibawa, dibawa dari Rida dan dijemput di depan Libra. 

Hitam,

Absurditas adalah mengatakan biarkan orang berkata apa. Kejujuran adalah membiarkan orang melihat apa. Dan hati, seperti diafragma untuk lensa, membukakan cahaya untuk rasa tertinggal menjadi bayangan dalam sukma.

Hitam,

jarak nol senti, untuk dua hati. Jangan pernah mencari lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close