Saya Merindukannya Sampai Habis Waktu Saya

Saya menghela napas. Saya menatap keluar jendela, menatap pohon Baobab yang ada di seberang kampus saya. Saya berada di universitas terbaik di negeri ini, universitas kebanggaan yang menyematkan nama bangsa di belakang namanya, menjadi salah satu dari ribuan orang yang mendapat kesempatan mencium aroma keilmuan dan menghisap pesona pengetahuan dari rampai terbaiknya. Saya termenung. Sudah berapa lamakah saya menjadi mahasiswa? Ini tahun ketiga saya, dan saya kembali bertanya-tanya. Apa yang sudah saya hasilkan disini? Pergi kuliah, mengerjakan tugas, berkumpul bersama teman, dan pergi kuliah, dan mengerjakan tugas, dan berkumpul bersama teman. Siklus konyol. Selama ini, saya rasa saya hanya menjadi cecunguk yang pergi-pulang setiap hari hanya untuk mengejar nilai dan lulus dalam tes di akhir tahun.

Saya kembali tersadar dari lamunan. Saya sedang kehilangan kemampuan menulis. Dimana sih Iqbal si Penulis? Si Perangkai kata yang tak pernah kehabisan suara dalam otaknya? Si pengkhayal yang tak pernah berhenti berimajinasi, dan mengubah proyek visual dalam mata menjadi verbal dalam tata kata?

Mengapa Iqbal tak lagi rajin membaca? Dia sudah bosan dengan membaca, begitu banyak macam rasa yang lebih menyenangkan dari artikel, komik lucu, dan video seru di dunia maya.

Mengapa Iqbal tak lagi rajin menulis? Dia menggeleng. Katanya dia masih rajin menulis. Tapi bosan katanya. Dia setiap hari mengetik 140 huruf dan angka. Dia menggores catatan di kelas sains dan matematika. Katanya dia menulis karena terpaksa.

Saya mau dia menulis sastra. Membuat puisi dan curhatan kata penuh makna. Saya memanggilnya. Memanggilnya dengan penuh harap dibalasnya dengan senyum sapa.

Lalu begitu saja dia hilang, tak lagi muncul di mata dan pikiran saya.

Jadi kemanakah Iqbal? Saya tidak tahu dia pergi kemana. 

Saya merindukannya. Sangat merindukannya sampai habis waktu saya.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.