Karena Pahlawan Dinilai Dari Karyanya

Kita berteman dengan seseorang karena kita memiliki persamaan. 

Saya juga tidak ingat jelas kenapa saya, yuyus, dan abi menjadi apa yang kalian sebut sebagai sahabat. Tapi kalo semua orang akan menyebut YAI, maka alasan kami menjadi sahabat adalah karena kami semua menyukai lagu RAN.

Kami menyukai lagu RAN untuk hal yang sederhana; RAN adalah grup musik yang asik. Lagu RAN hampir semua nya nge beat, penuh nada optimisme dan memberi semangat. Personelnya selalu membawakan lagu-lagu RAN dengan sepenuh jiwa, senyum ceria dan menebar semangat positif menjadi pesona. Bahkan untuk lagu dengan tema sedih seperti “Bosan” yang bercerita tentang orang yang pengen putus dari pacarnya, dibawakan dengan riang gembira.

Dari kesemua itu, kami belajar satu hal: optimisme. RAN dan lagu-lagunya yang bersemangat mengajarkan kami untuk selalu berani. Berani melihat sisi positif dari segala sesuatu. Berani terus menatap ke depan. Berani optimis. Berani bermimpi.

Lalu saya teringat biogenesis, dan semua yang telah kita capai, dan yang akan kita hadapi di sisa waktu kita kini. 3 tahun terakhir telah membuktikan bahwa kita semua bukan orang biasa: Selalu ada sisi hebat yang kita punya. Semua penghargaan dan prestasi yang membanjiri timeline kita telah menasbihkan bahwa saya, kamu, dan dia selalu dikelilingi orang-orang hebat di sekitar kita, dan percayalah, begitu pun dengan diri kita sendiri. Kita semua adalah pahlawan.

Terlalu naif jika seorang pahlawan dinilai hanya dari penghargaan dan sertifikat tertulis yang dibagikan dengan pesta dan jumawa. Karena pahlawan dinilai dari karyanya. Dari manfaat yang diberikannya.

Maka untuk teman-teman biogenesis, kita akan segera memasuki penggalan cerita baru dalam perjalanan hidup kita. Masing-masing dari kita akan mulai sibuk dengan dirinya sendiri, mengejar kisah impiannya masing-masing. Sebagian dari kita ingin segera lulus dan mempersembahkan gelar sarjana untuk orangtua, sebagian tak begitu memikirkan kapan lulus yang penting menghisap madu ilmu dari rampai terbaiknya, sebagian lainnya ingin berlama-lama menjadi mahasiswa dan berkarya sebanyak-banyaknya. Melalui foto ini, YAI (R Yusrifar Kharisma TirtaAbinubli Tariswafi Mawarid, dan Iqbal Hariadi Putra) ingin menceritakan hal sederhana; 

berkaryalah di bidang kalian masing-masing. Berjuang sesuai passion kalian. Beberapa dari kita seperti Yuyus; menikmati masa kejayaan mahasiswa, berkecimpung dalam pergerakan dan melakukan pengabdian masyarakat dengan jaket kuning almamater tercinta. Beberapa dari kita seperti Abi, memakai jaket yang menunjukkan identitas kita sebagai saintis; mempelajari misteri alam semesta dan terpesona cahaya pengetahuan yang tak pernah terduga. Sisanya seperti saya; tak peduli pakaian apa yang kita pakai, yang penting berkarya dan melakukan apa yang menjadi passion kita. 

Semua dari kita akan membuka lembar baru. Mengejar mimpi dan cita-cita dengan optimisme dan keyakinan bahwa kita suatu hari akan sampai disana, ke dimensi yang selama ini kita rindu, suatu waktu di saat kita hidup mimpi-mimpi itu.

Sebuah hari baru.

Keep move it on!

Surat yang saya tulis untuk Biogenesis, Departemen Biologi UI 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close