Saya Omnivora: Pemakan Segala

Saya orang yang moody.

Moody, adalah orang yang dalam bekerja sangat tergantung dengan mood. Saya sangat tergantung dengan mood. Jika saya sedang tidak ingin melakukan sesuatu, sehebat apapun diri saya memaksa, maka tetap saja pekerjaan yang dimaksud tidak akan saya selesaikan.

Permasalahan tersebut diperparah oleh prinsip yang entah sejak kapan saya pegang, tapi tak pernah bisa saya ubah seperti inilah diri saya: Daripada mengerjakan sesuatu dengan rasa terpaksa lebih baik tidak mengerjakan sama sekali.

Permasalahan itu diperparah lagi oleh sifat saya yang lainnya, yaitu tak begitu bergairah dalam melakukan hal yang berbau teknis. Setelah menjalani organisasi dan melakukan teamwork dalam berbagai kesempatan, saya baru menyadari bahwa saya orang yang sangat idealis. Idealis dalam artian saya adalah konseptor, bukan eksekutor. Sejak kecil, saya selalu jadi pencetus ide, pembuat konsep dan pengatur skema. Saya selalu hebat dalam hal itu. Tapi ketika dihadapkan pada kondisi dimana saya juga harus menjadi eksekutor, beberapa kali saya dihadapkan pada masalah pertama: saya moody.

Mungkin itulah mengapa beberapa kali saya terhitung gagal atau lalai dalam menjalankan organisasi.

Sifat berbahaya lainnya yang harus saya waspadai dari diri sendiri: otak saya sangat liar. Pikiran saya sangat imajinatif, penuh dengan suara-suara-entah-siapa yang selalu berdiskusi tanpa pernah berhenti. Jika melihat sesuatu, maka timbul tanda tanya, lalu mulailah neuron-neuron dalam otak saya bersahutan satu sama lain, berdiskusi, saling melempar argumentasi. Saya tertarik terhadap kasus apapun dengan tema apapun; sains, sosial politik, budaya, seni, agama, pemberdayaan masyarakat, hingga hal-hal remeh temeh seperti bentuk botol plastik dan ukiran pada pegangan tangga.

Saya mudah sekali terobsesi terhadap sesuatu; jika melihat sesuatu yang menarik, maka bermunculan ide-ide di benak saya. Ide itu begitu banyak karena menurut opini pribadi, saya terlalu banyak mengonsumsi informasi. Saya berlompatan mengunjungi berbagai artikel internet. Dalam membaca buku, saya omnivora, pemakan segala. Saya membaca berbagai buku dengan tema apapun, genre manapun. Jika ide-ide itu penuh dan otak saya mulai bersahutan dan berdiskusi, maka saya harus menumpahkannya pada sesuatu; gambar, tulisan, omongan, apapun. Maka jika ada  yang bertanya kenapa saya banyak sekali omongnya, maka inilah jawaban saya: Terlalu banyak ide di otak saya.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.