Mesir

Coba lihat fenomena dari perspektif berbeda.

Di waktu-waktu biasa, kamu tunjuk-tunjuk hidung saya dan teriak:

“KAFIR! KAFIR!”

Di waktu-waktu kamu hampir roboh, kamu tunjuk-tunjuk hidung saya dan teriak:
“APATIS! APATIS!”

bahwa saya seorang kafir
adalah kemungkinan.

bahwa kamu bukan malaikat
adalah fakta seratus persen.

..

Saya juga mimpi dunia:
yang berdemokrasi tanpa bedil;
yang hidup berdampingan dengan kafir.

Damai.

yang pada waktu jantungmu diganggu berdetak genting baru kamu bilang:
‘Demi kemanusiaan!’

yang pada waktu lambung kamu kenyang berkuasa kamu sebut:
Cita-cita seorang sekuler.

..

Nyatanya,
kita berdua turun ke jalan karena tak mau lihat darah berceceran.

kita berjalan menuju arah yang sama karena tak mau keadilan disepelekan.

Dan terwujud.
Tapi, kita berpisah pada akhirnya dan kamu nyatakan:

“Sedari awal kita memang sudah tak sama.”

..

Ah sudahlah,
ini cuma celotehan seorang sipil.

Yang kebetulan tulisannya berjudul ‘Mesir’.

Kamu bilang:

Konspirasi.

29 Juli 2013
Kamu bilang kita berjalan menuju kebaikan. Semua orang bilang kamu hanya ingin menang. Nyatanya, memang kita semua hanya ingin menang.

Puisi oleh Bang Alldo Fellix (@alldofj) bit.ly/1cgPHxH

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.