Biarkan Anakmu Ini Berdoa

Saya sangat beruntung memiliki dua adik, yang pertama berjarak 5 tahun, yang kedua berjarak 11 tahun. Saya jadi bisa melihat bagaimana ibu mendidik anaknya. Saya bisa jadi lupa bagaimana ibu mendidik saya, tapi melihat ibu memperlakukan adik-adik, saya selalu teringat saya diberikan kasih sayang yang sama.

Belakangan saya baru tahu bahwa ibu sering memaksakan diri untuk memberi uang jajan dan barang yang kami minta. Bukan karena ibu pelit, atau tidak percaya kepada anaknya, ibu memaksakan diri karena sebenarnya tidak mampu. Ketika anak-anak lain asik dengan tamiya dan beyblade original dengan harga ratusan ribu rupiah, saya hanya bisa iri dan tak berani meminta kepada ibu. Suatu hari ibu yang belanja dari pasar pulang membawa hadiah: tamiya dan beyblade. Saya girang bukan kepalang. Memang bukan yang asli dengan harga ratusan ribu seperti punya orang lain, tapi saya gembira karena ibu mau menyisihkan uang belanjanya yang tidak seberapa untuk saya, untuk kesempatan saya seperti anak lainnya, untuk kebahagiaan saya.

Orang tua saya tidak punya banyak uang, dan sewajarnya saya tidak perlu diberi uang jajan, tapi nyatanya ibu selalu memberi saya uang jajan ketika SD, walau hanya seribu rupiah. Ibu memberikannya untuk satu alasan: agar anaknya tidak minder. Ibu tidak ingin anaknya menjadi anak yang pemalu hanya karena tidak punya. Ibu tidak mau anaknya rendah diri hanya karena bisa terdiam sementara teman-temannya jajan. Ternyata semua kemandirian, semua keberanian, dan semua kepercayaan diri saya, tumbuh dari sana.

Terima kasih ibu. Aku tak pernah bisa membalasmu, karena kebaikanmu tak pernah terjangkau untuk dibayar oleh manusia. Tapi biarkan anakmu ini berdoa.

Robbigh firli waliwalidayya warhamhuma kama robbayani shogiraa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close