Dua Kaki – Tere Liye

Tulisan ini saya kutip dari status yang ditulis oleh Tere Liye pada fanspage facebooknya. Status tersebut saya kutip disini dan saya perbaiki sebatas pada penulisan, misalnya pada beberapa kata agar lebih mudah dibaca, seperti “dgn” menjadi  "dengan" atau “dsbg” menjadi “dan sebagainya”. Anda dapat melihat tulisan aslinya disini.

Saya menemukan banyak sekali komen-komen sejenis di page ini: “Bang Tere, mending buat sajak, posting hal-hal memotivasi, dan sebagainya saja, daripada posting yang bikin orang marah, tersinggung.”

Maka komentar balik saya adalah: kalian salah alamat bergabung ke page ini.

Ketahuilah, dalam agama kita, “mengajak kepada kebaikan” dan “mencegah pada kemungkaran” adalah satu paket. Ibarat mata uang, dia dua sisi koin yang menempel. Ibarat kaki manusia, dia kiri dan kanan, seimbang.

Saya tahu, di jejaring sosial ini, memang lebih asyik menulis postingan yg motivasi, mengajak pada kebaikan, itu enak sekali. Tidak makan hati, tidak dibenci orang. Misalnya, saya posting: “mari kita jadi orang-orang jujur”. Pada hepi semua orang-orang, karena merasa jujur, dan no problem atas postingan tersebut. Tapi coba saja diposting dengan: “jangan nyontek di sekolahan”. Maka kita harus bersiap mengunyah komen orang-orang yang tersinggung, marah-marah. 

Saya posting tentang “Ayo mari berdoa”. Itu jelas postingan bersifat mengajak pada kebaikan, orang-orang pada hepi, suka. Tapi coba saja posting: “jangan berdoa, menulis ibadah-ibadah kita di facebook”, ini jelas postingan mencegah pada kemungkaran (sifat riya, pamer), segera kita juga harus bersiap mengunyah pahitnya reaksi orang2.

Tapi itu harus dilakukan. 

Jika semua orang hanya sibuk mengurus mengajak pada kebaikan, maka siapa yang akan mencegah kemungkaran? Jika semua orang hanya ingin disukai, siapa yang akan mengambil bagian tidak menyenangkan itu? Padahal di negeri ini, masalah terbesar kita bukan kekurangan guru, ulama, ustadz, motivator, tapi kita tidak punya orang yang berani mencegah kemungkaran. Page ini jelas hanya bicara dalam tataran lisan, belum bicara mencegah kemungkaran dalam tataran perbuatan, seperti KPK, guru-guru yang tidak mau di sekolahnya ada murid yg nyontek, PNS yang tidak mau ada korupsi, sogok menyogok di kantornya. Lebih mendesak lagi orang-orang yang mencegah pada kemungkaran secara perbuatan, dan itu boleh jadi tidak mudah.

Ingatlah baik-baik, sekali lagi, dalam agama kita: mengajak pada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran adalah satu paket. Semoga paham. Jika kalian tidak bisa menerimanya, hanya menuntut page ini memposting sajak-sajak cinta, cerita-cerita inspirasi, maka kalian telah salah alamat bergabung. Saya bukan motivator, saya bukan orang-orang yang membawa kabar baik, penghibur di kala sepi, teman dikala susah, dan sebagainya, dan sebagainya. Saya penulis. Dan saya meyakini: “tulislah yang orang lain harus baca! bukan yang ingin orang baca. hadapi resikonya. Kunyah seluruh pahit getir reaksi orang-orang jika tidak suka.”

Saya berdoa, semoga kalian yang membaca tulisan-tulisan di page ini tumbuh jadi orang-orang yang tegak atas dua kaki tersebut. Saya jelas hanya berada dalam tataran tulisan, kalian bisa mengkongkretkannya. Menjadi orang-orang yang “menyeru pada kebaikan” sekaligus “mencegah kemungkaran” di sekolah kalian, di kantor, di lingkungan kalian. Apapun posisi kalian, sekecil apapun itu, selalu ingat situasi ini, maka kita bisa menyiapkan generasi baru. Saya berdoa atas hal itu (dan kalian tidak perlu meng-aminkan, me-like jika ini doa kalian juga; cukup dipikirkan saja dalam-dalam apakah kalian mau pincang, mata uang dengan satu sisi saja, atau sebaliknya).

*Tere Liye

Mulailah berani untuk melawan ketidakadilan. Hilangkan rasa takut untuk berteriak pada kesalahan. Pasti ada yang menolak, pasti ada yang mengecam, dan pasti melempar benci pada kita. Tapi jika memang itu yang harus kita hadapi, jika memang itu harga yang harus kita bayar, maka jangan pernah mundur. Jangan pernah.

“Because any kind of action you choose to do, somehow will get you friends. And in the same time, will bring you enemies.”

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.