Do Not Ever Quit. Finish It.

Orang sering mengatakan hal tersulit adalah memulai.

Saya sangat tidak setuju. Memulai adalah sesuatu yang mudah. Menyelesaikan apa yang telah kita mulai, itulah hal tersulit.

Memulai adalah sesuatu yang sangat mudah untuk dilakukan. Coba ingat saat pertama kali kita mencoba game Angry Birds. Pertama kali membuka ikonnya, lalu satu, dua, dan – paling lama – lima menit kemudian, kita sudah mengerti sepenuhnya apa yang harus dilakukan pada permainan ini. Yang harus kita lakukan adalah melempar burung-burung itu untuk menghancurkan bangunan dan mengirim babi-babi hijau itu ke neraka jahanam dengan membunuh mereka.

Well done. Kita telah mulai bermain.

Kita melewati satu level, menang, lalu terus berlanjut bermain ke level berikutnya. Beberapa kali kita menang dengan mudah, beberapa kali pula kita menang karena beruntung. Tapi lebih sering lagi, kita gagal dan kalah.

Ketika kita gagal, kita hanya perlu melakukan satu hal: mencoba lagi. Kita hanya perlu menekan tombol retry, dan bermain kembali. Tapi Angry Bird selalu memberi kita alternatif, apakah Anda ingin mencoba lagi, atau ingin keluar? Dan ketika kita memilih untuk keluar dan menekan tombol quitsmarphone kita selalu bertanya hal yang sama,

Are you sure want to quit?”

Terkadang kita ragu untuk keluar. Tapi lebih sering lagi, setelah gagal, kita sangat yakin untuk menekan tombol quit dan keluar. “Ya, game ini membosankan”. “Ah, buang-buang waktu aja gue main mulu”. “Udahan ah, kalah mulu gue”. Dan berbagai celotehan lainnya.

Apa yang ingin saya katakan adalah: Kehidupan kita dan segala yang ada di dalamnya sama seperti Angry Birds. Segala hal dalam kehidupan kita adalah sesuatu yang telah kita mulai. Dan satu-satunya tugas yang harus kita lakukan adalah menyelesaikannya. Konsisten melakukannya sampai akhir.

Kegagalan selalu menjadi bagian dari sesuatu yang kita mulai. Kegagalan selalu datang kepada kita, dIa adalah anugerah mulia yang turun dari langit untuk membuat kita belajar dan menjadi orang yang lebih kuat. Menjadi lebih hebat untuk menyelesaikan apa yang telah kita mulai.

Ketika kita gagal, kita hanya perlu untuk mencoba kembali.

Jangan pernah berhenti dan beralasan yang kita lakukan sangat membosankan dan buang-buang waktu.

Kita harus kembali bermain. Menghancurkan bangunan dan mengirim babi-babi hijau ke neraka jahanam.

Kita harus menyelesaikan apa yang telah kita mulai.

Sekarang, ingat kembali segala hal yang telah kita mulai: pekerjaan, cinta, bisnis, kuliah, dan yang paling penting, kehidupan kita.

Do not ever quit. Finish it.

Tulisan ini merupakan terjemahan dari tulisan saya Finish What You Have Started di Medium.com

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.