Kau Bilang

Kau bilang selagi muda kita harus menggali pengalaman,

Aku sibuk dengan segudang kegiatan

kau bilang aku tak mau berteman

Kau bilang jangan sok sibuk, sisihkan waktu untuk saudara dan teman,

Aku tinggalkan semua kegiatan untukmu

kau bilang aku tak fokus

Kini kita sudah dewasa, saatnya kita berbuat untuk bangsa,

Aku datang mengajakmu     

kau bilang tak usah berlagak pahlawan

Kau bilang kebenaran harus kita suarakan,

Aku bersuara

kau bilang aku cari muka

Kau bilang kejahatan harus sigap dihilangkan,

Aku cepat turun tangan

kau bilang aku ingin dianggap jagoan

Kau bilang untuk perubahan kita harus berkorban,

Aku berkorban                     

kau bilang aku tidak perhitungan

Kau bilang untuk berbuat besar kita harus punya jabatan,

Aku maju menjadi pejabat  

kau bilang aku haus kekuasaan

Kau bilang pemimpin ada untuk ditaati,

Aku buat kebijakan              

kau malah memprotes lewat demonstrasi

Kau bilang pemimpin yang benar mau diajak berdiskusi,

Aku ajak kau berdialog        

kau malah memaki dengan kata goblok

Kau bilang pemimpin harus bijak mengambil keputusan,

Aku mempertimbangkan hingga matang  

kau bilang aku lamban

Kau bilang pemimpin harus berani ambil resiko,

Aku cepat mengambil langkah                    

kau bilang aku gegabah

Kau bilang pemimpin harusnya punya hati nurani,

Aku bertindak lembut          

kau bilang aku pengecut

Kau bilang jadi pemimpin harus bertindak tegas,

Aku berlaku keras                

kau tuduh aku menindas

Kau bilang pemimpin harus punya wibawa,

Aku menjaga jarak               

kau bilang aku jumawa

Kau bilang pemimpin harus dekat dengan rakyatnya,

Aku turun ke jalan               

kau bilang aku pencitraan

Aku frustrasi, KEPARAT! Dan kepalaku hampir meledak,

Lalu kau berteriak

Aku tak mau dipimpin manusia!

Manusia tempatnya dosa!

Kau bilang ‘aku mau pemimpin yang SEMPURNA!’

Kukenalkan kau pada Tuhan,

Tuhan Maha Sempurna,

Dia bilang kau diterima jadi rakyat-Nya

Tuhan hanya menyuruhmu sholat dan tidak maksiat,

Kau enggan               

Kau bilang tidak suka aturan yang mengikat

LALU MAUMU APA, BANGSAT?

Iqbal Hariadi

—————————————–

Terinspirasi dari Puisi Gus Mus berjudul Kau Ini Bagaimana.

Untuk para pemimpin, dan rakyatnya. Untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close