Bagaimana cara membersihkan gelas yang terisi penuh oleh air kotor?

Ada dua cara untuk melakukannya.

Cara pertama: buang semua air kotor yang ada di dalamnya, lalu isi kembali dengan air bersih.

Cara kedua: tuangkan air bersih ke dalam gelas, hingga seluruh isi air kotor keluar dan digantikan oleh air bersih.

Sekarang bayangkan gelas tadi adalah pemerintahan, sementara air tadi adalah para pejabat pemerintah.

Saat ini kita punya stigma bahwa pemerintahan kita diisi oleh orang-orang kotor; para koruptor, pemakan uang haram, dan mereka yang tidak bekerja dengan benar, maka ada dua cara untuk membersihkannya.

Cara pertama, kita enyahkan semua orang-orang kotor yang ada di dalam pemerintahan. Inilah yang telah, sedang, dan akan terus dilakukan oleh KPK. Berbagai penyelewengan dan pemyalahgunaan kekuasaan di segenap tubuh pemerintahan sedang dibersihkan. Kotoran-kotoran itu sedang dicari untuk dikeluarkan, dijebloskan ke penjara agar mereka tidak pernah kembali lagi, dan kotoran-kotoran lain melihat, takut, dan kemudian keluar dari pemerintahan kita dengan sendirinya.

Cara kedua, kita dukung orang-orang bersih masuk ke dalam pemerintahan. Inilah yang telah, sedang, dan akan terus dilakukan oleh orang-orang terbaik di Indonesia. Kita telah melihat pejabat-pejabat yang hebat dan bekerja untuk rakyat. Ridwan Kamil di Bandung, Risma di Surabaya, Ganjar Pranowo di Jawa Tengah. Begitu pula dengan Jokowi dan Ahok di Jakarta. Terlepas dari pro-kontra yang akan kita utarakan terkait keputusannya maju sebagai capres, sangat naif rasanya melupakan apa yang telah dikerjakan Jokowi sejak dilantik sebagai Gubernur di Jakarta. Saya pribadi belum pernah mendengar pejabat yang demikian gesit bekerja untuk perubahan. Kita semua telah menyaksikannya, dan sungguh luar biasa perubahan yang telah diperjuangkannya.

Ridwan Kamil, subhanallah, sungguh orang ini luar biasa. Saya selalu mengikuti sepak terjangnya lewat facebook dan twitter @ridwankamil. Tak pernah satu postingan pun yang tidak saya lewatkan tanpa mendoakannya, karena memang kerjanya luar biasa. Maka kita harus selalu mendukung orang baik untuk masuk ke pemerintahan.

Hal terakhir yang harus kita pahami adalah: kedua cara tadi bukanlah opsi.

Kita tidak bisa membersihkan pemerintahan hanya dengan mengeluarkan orang-orang yang kotor. Butuh waktu dan tenaga yang sangat banyak jika kita harus memulai dari nol. Dan kita tidak bisa berharap pemerintahan kita akan selalu bersih, karena kotoran itu akan selalu datang, sekeras apapun kita membersihkannya. Ibarat rumah yang kita sapu di pagi hari, toh pada malam harinya akan kotor lagi. Ibarat motor yang selalu kita cuci setiap minggu, toh pada akhirnya tetap akan  berdebu kembali.

Kita juga tidak bisa membersihkan pemerintahan hanya dengan memasukkan orang-orang bersih. Karena orang-orang bersih ini memang akan fokus bekerja dengan cara yang bersih, tetapi hanya bekerja tanpa berusaha mengenyahkan orang-orang kotor yang terus berdatangan, maka semua usaha mereka akan sia-sia.

Keduanya harus dijalankan dengan sinergi, agar kita bisa melihat pemerintahan kita bersih. Keduanya harus dijalankan secara bersamaan, agar kita bisa punya pemerintahan yang berjalan dengan benar.

Mari bersama kita bersihkan gelas kita sendiri.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.