Malu

Saya malu bisa tahan membaca semua novel Dan Brown dan melahap Tetralogi Laskar Pelangi selama berjam-jam, tapi tidak tahan 20 menit saja membaca Al-Qur’an.

Saya malu bisa merasa senang ketika berlari kesana kemari saat main futsal, tapi tidak bisa merasa senang ketika hanya berdiri saja saat sholat tarawih.

Saya malu bisa nyaman berjam-jam streaming standup comedy di youtube, tapi tidak tahan tujuh menit saja mendengarkan ustadz sehabis sholat shubuh.

Saya malu bisa mudah mengeluarkan banyak uang untuk maraton Transformers, How to Train Your Dragon, dan Beta Maluku, tapi susah sekali mengeluarkan sepuluh ribu saja untuk kotak amal.

Saya malu bisa mengunjungi puluhan situs untuk mencari tahu secara mandiri tentang calon presiden, tapi enggan membuka kitab dan bertanya pada ustadz tentang masalah agama yang sepele saja.

Saya malu mau tahu banyak tentang sains dan politik, tapi tidak mau tahu banyak tentang agama saya sendiri.

Saya malu ketika setiap hari peduli terhadap pendapat orang, tapi sering tidak peduli pada pendapat Tuhan.

Saya malu menengadahkan tangan dan berdoa pada Nya hanya ketika sulit.

Dan saya sangat malu,

Saya sangat malu terkadang saya tidak pernah merasa malu,

Atas semua anomali dan kontradiksi,

Atas semua ciri munafik yang muncul di dalam hati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close