Menuntut Dan Menciptakan Perubahan

Satu waktu saya pernah berbalas twit dengan kak @duniadiny. Waktu itu saya berkomentar bahwa seseorang tidak sepantasnya selalu mengeluh dan hanya menuntut perubahan. 

Setiap orang seharusnya mengeluh dengan menciptakan sebuah karya. Menciptakan solusi. Menciptakan perubahan itu sendiri. Karena mengeluh dengan berkata-kata menunjukkan kita sebagai bagian dari masalah, dan dengan tidak menjadi bagian dari solusi, kita tidak akan menghasilkan apa-apa.

Kak @duniadiny tidak setuju dan mengatakan bahwa toh sah-sah saja jika ada orang yang mengeluh dan menuntut perubahan dengan kata-kata. Toh tidak semua orang bisa berkontribusi terhadap solusi dengan menciptakan karya.

Diskusi berakhir dengan bersepakat untuk tidak bersepakat.

We agree to disagree. Salah satu keterbukaan yang cukup jarang saya temukan di lingkaran senior di jurusan saya, dan ada pada kak Diny.

It turns out today that I was wrong, and she was right.

Ternyata sekarang saya setuju bahwa dalam mendorong perubahan, tidak semua orang harus menciptakan perubahan itu sendiri. Dalam teori management of change, suatu perubahan yang baik adalah perubahan yang dibutuhkan. Dan waktu ketika perubahan benar-benar dibutuhkan akan datang ketika terjadi krisis. Ketika semua orang merasakan sense of urgency, suatu keadaan yang mendesak kita untuk mengubah keadaan.

Ketika saat itu datang, pergerakan akan terjadi ketika ada yang menuntut perubahan. Saat sense of urgency mencapai puncaknya, barulah muncul orang-orang yang akan menciptakan karya. Menciptakan solusi. Menciptakan perubahan itu sendiri.

Tidak semua orang harus turun langsung menghitung suara pemilihan umum. Tapi tidak berarti kita tidak bisa menjadi bagian dari perubahan. Hak dan kewajiban kita juga untuk menuntut perubahan terjadi. Menuntut sambil terus mengawal perubahan diciptakan.

Tidak semua orang harus menjadi presiden untuk mengubah Indonesia. Kita hanya butuh satu presiden, tapi tidak berarti kita tidak bisa menjadi bagian dari perubahan. Sebagai warga negara demokrasi, hak dan kewajiban kita adalah menuntut perubahan terjadi. Menuntut sambil terus mengawal dan mendukung pemimpin kita berkarya dan menciptakan solusi untuk negara kita.

Sekarang saatnya menjadi bagian dari perubahan. 

Diam bukanlah pilihan.

Mari memilih. Saatnya menuntut, atau menciptakan perubahan itu sendiri.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.