Pulang

“Kapan pulang?”

Tanya ibu selalu, hampir di tiap akhir pekan ketika saya di kampus.

Padahal Bekasi-Depok tak pernah jauh. Tapi begitulah ibu, selalu menanyakan anaknya, meski seringkali kita yang melupakannya.

Di satu titik dalam perjalanan yang penuh dengan gemerlap dunia dan tepuk tangan manusia, berhentilah sejenak. Berhentilah tergesa-gesa mengejar ketertinggalan. Istirahatlah sejenak dari bersungut-sungut mengejar impian dan mengais-ngais harapan. Karena setinggi apapun kita berdiri, sejauh manapun kita berlari, ibu tak pernah kemana-mana. Dia selalu di sana, menunggu kita pulang.

Mencintainya, adalah mencintai Tuhan. Mungkin itulah yang membuat cintanya melepas dahaga, dan hatinya seluas jagad raya. Senyumannya ibarat samudera, tak pernah habis sedetik pun juga. Dan pelukannya, adalah hal pertama di dunia yang membuat kita yakin Tuhan menciptakan hati untuk manusia. Di sana, ada getaran cinta yang menentramkan. Ada limpahan kasih sayang yang menghangatkan.

Dan merindunya adalah candu.

Karena wanita mulia itu ibarat kitab suci warisan nabi dan rasul. Wajahnya lentera abadi di dalam kegelapan, ia mengembalikan jiwa yang tersesat menuju jalan kebenaran. Simpuh sujudnya ibarat rembulan di malam-malam panjang. Ia layar terkembang di tengah lautan, doanya mengantarkan kita jauh melampaui ketidakmungkinan. Dan cintanya, bak rasi bintang di langit selatan. Tak pernah sedetik pun redup menjadi pedoman, menunjukkan jalan pulang.

Saya menengadah di pagi buta, lalu terperangah menemukan satu bintang gemintang di langit sana; itu wajahnya, simpuh sujudnya, cahaya cintanya.

Sekarang, arah mata angin terang benderang bagi saya. Selatan. Kesanalah kaki ini akan melangkah.

Ibu, ini aku anakmu.
Pulang untukmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close