#PACARAN bareng Kitabisa.com

Jumat kemarin (9/10), saya mengisi malam dengan pacaran. Bukan bersama kekasih, tetapi dengan sahabat saya Abinubli dan Yuyus di Performance and Charity Night. KitaBisa, gerakan crowdfunding sosial pertama di Indonesia mengadakan malam penggalangan dana untuk proyek pengadaan Bus Donor Darah untuk Palang Merah Indonesia. Untuk kamu yang belum tahu, baca tulisan saya tentang KitaBisa dan semangat gotong royong disini.

Bertempat di Sinou Cafe Jakarta, crowd yang hadir tidak terlalu ramai sehingga malam itu terasa sangat intim. Sampai jam 19.40, kami langsung mencari tempat duduk yang paling asik. Tempat duduk saya pun sangat dekat dengan panggung, dan saat sedang santai menunggu acara dimulai, ternyata yang duduk di samping saya adalah Rayi! Personel RAN yang sangat saya idolakan ini ternyata sangat ramah dan asik, kami pun sempat mengobrol santai sambil menunggu acara dimulai.

Acara diawali dengan perkenalan dari @alfatihtimur, Founder KitaBisa dan teman-teman dari project bus donor darah bertajuk Potret Untuk Kehidupan. Langsung dilanjutkan dengan performance dari tiga komika, @aryanovrianus, @awwe_, dan @krisnaharefa. Ini pertama kalinya juga saya menonton langsung Standup Comedy. Memang benar kata Pandji, sangat terasa bedanya menonton Standup Comedy di Youtube dengan yang asli. Walaupun materi yang disampaikan ketiga komika sudah pernah saya nikmati via Youtube, tapi menonton langsung memang memberi kesan tersendiri. Rasa jokes nya lebih terasa, dan tawa yang ditimbulkan lebih spontan dan menyenangkan. 

Setelah puas dengan lawakan segar, malam itu langsung dilanjutkan dengan penampilan dari RAN! Saya, Abi, dan Yuyus memang penggemar berat RAN. Lagu-lagu yang dibawakan oleh mereka bertiga selalu penuh semangat, dan mendengarkan lagu mereka selalu memberi spirit positif. 

Malam itu, RAN membawakan lima buah lagu. Dua lagu terakhir dilelang dan hasilnya disumbangkan untuk pengadaan Bus Donor Darah PMI. Lagu terakhir, Dekat Di Hati, dibeli @alfatihtimur untuk istrinya yang sedang kuliah di Amerika. 

Ohya, semua uang yang masuk pada malam itu disumbangkan untuk project Potret Untuk Kehidupan. Malam yang sangat berkesan buat saya, dimana KitaBisa telah berhasil menunjukkan cara kreatif yang dapat dilakukan anak muda dalam pergerakan sosial. Di zaman yang sudah serba canggih ini, pergerakan anak muda sudah harus beralih kepada cara yang lebih modern dan kreatif. Kita harus bisa memanfaatkan internet dan sosial media untuk melakukan hal-hal positif, bukan hanya mengeluh dan menghabiskan waktu untuk interaksi yang tidak bermanfaat.

“Lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan”

Mari bergerak untuk perubahan yang positif. Salam kreatif!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close