Saya tidak percaya pada Jokowi.

Bukan karena pandangan politik, perbedaan keyakinan, atau hal-hal rumit lainnya.

Saya tidak percaya Jokowi karena dia hanya manusia.

Setelah melalui demokrasi selama 16 tahun, kita telah belajar banyak bahwa percaya pada manusia seringkali berujung kecewa. Siapapun ia, memegang jabatan dan kekuasaan di republik ini adalah ujian yang luar biasa.

Mereka yang tadinya bermulut manis, berubah menjadi amis.

Mereka yang tadinya seperti utusan Tuhan, berubah menjadi setan.

Mereka yang tadinya pujaan, berubah menjadi bajingan.

Kita terlampau sering dikhianati. Terlalu sering dibuat sakit hati.

Karenanya, tak pernah salah untuk selalu waspada. Dan kembali lagi, Jokowi hanyalah manusia biasa.

Tapi kita juga telah melihat bagaimana ia berproses dari Walikota Solo, Gubernur Jakarta, dan kini Presiden Indonesia. Dia tidak layak disebut artis dadakan. Ia lahir dari proses yang siapapun bisa melihatnya.

Kita telah melihat bagaimana ia menyelesaikan masalah dengan sigap. Kita menyaksikan bagaimana ia enggan berkompromi terhadap ketidakadilan. Kita telah akrab melihatnya mengesampingkan protokol, mendengarkan langsung keluh kesah rakyat, dan menggerakkan jutaan massa untuk satu tujuan yang sama.

Karenanya, saya tidak percaya pada Jokowi.

Tapi saya percaya pada optimisme yang ia sebarkan.

Saya percaya pada semangat kebaruan yang ia tinggikan.

Dan saya percaya pada harapan yang ia nyalakan.

Karena harapan baru itu telah menyala.

Jutaan orang terbakar semangatnya melihat harapan yang dibawa seseorang yang dulunya lahir dari rakyat biasa. Politisi, seniman, saintis, akademisi, pedagang, petani, nelayan, dan mahasiswa, bersuara optimis untuk Indonesia. Mereka yang selalu percaya bahwa Indonesia sedang melangkah di jalur yang benar, kini semakin yakin. Karena estafet kepemimpinan itu telah bergulir pada orang yang telah terbukti menyalakan api terkuat yang bisa menggerakkan manusia.

Sebuah harapan.

Saya tidak perlu percaya pada Jokowi, karena ia hanya manusia biasa dan bisa membuat saya kecewa. Tapi saya selalu percaya pada harapan yang ia hembuskan, karena itulah yang sebenarnya menggerakkan semua orang. Ketika Jokowi berkhianat dan menyalahgunakan jabatannya, saya tidak akan kecewa karena harapan itu tetap ada. Bahkan jika Jokowi mati, harapan itu tidak akan hilang dan semangat perubahan itu tidak akan berhenti.

Optimisme itu telah menyala, dan itulah alasan sebenarnya kenapa kita harus mendukung Jokowi. Bukan dengan mengkultuskan dan menganggapnya sebagai dewa. Tetapi dengan menjalankan demokrasi dan mengawal kinerja Jokowi sepenuh hati.

Tak perlu takut dikhianati dan dibuat kecewa, karena harapan itu telah ada di dalam dada jutaan rakyat Indonesia. Dan tak perlu takut semangat perubahan itu akan mati, karena yang abadi hanyalah perubahan itu sendiri.

Selamat menjalankan amanah sebagai presiden, Bapak Joko Widodo 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close