Manusia Seutuhnya

Saya selalu terkagum-kagum dengan kemampuan penulis asing menuangkan ide di dalam buku.

Tidak untuk mengecilkan kualitas penulis lokal. Tetapi dipengaruhi oleh budaya negara mereka yang sistematis, cara berpikir mereka bisa jadi lebih teratur dan beralur dari pada kita. Jika Anda suka membaca buku nonfiksi Amerika atau Eropa, ada satu kesamaan yang muncul dalam setiap buku.

Mereka selalu memulai dengan bab pendahuluan yang menjelaskan pertanyaan paling fundamental: WHY, mengapa Anda harus membaca buku ini. Dilanjutkan dengan penjelasan terhadap dua pertanyaan yang sering muncul bersamaan: WHAT, ide apa saja yang akan Anda temukan, dan HOW, bagaimana ide itu akan disampaikan. Pertanyaan lainnya seperti WHO, WHEN, dan WHERE ditempatkan sebagai pelengkap yang akan terceritakan dengan sendirinya. Dengan membaca sistematika dalam pendahuluan, setiap pembaca sejak awal telah mengetahui alasan mengapa mereka akan rela menghabiskan waktunya untuk membaca buku tersebut.

Sama seperti membaca buku, menjalani hidup yang terencana adalah dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan secara sistematis. Pertanyaan yang paling penting untuk dijawab adalah WHY, tapi kebanyakan orang tidak pernah memikirkannya dan malah berfokus pada pertanyaan HOW. Bagaimana saya bisa bepergian ke luar negeri?Bagaimana saya bisa mendapatkan IPK tinggi dan lulus cumlaude? Bagaimana saya bisa mempunyai pekerjaan dengan gaji yang besar? 

Coba ganti pertanyaan bagaimana dengan mengapa, dan kita akan menemukan kekuatan yang lebih besar dalam mewujudkan keinginan kita.

If you know the why, the how will follow.

Mesin diciptakan hanya untuk tahu apa yang harus mereka kerjakan dan bagaimana mereka harus bertindak. Sedangkan manusia adalah makhluk yang digerakkan oleh alasan. Setelah memiliki jawaban atas pertanyaan mengapa, kita akan digerakkan oleh kekuatan besar yang mendorong kita mencari jawaban atas pertanyaan lainnya.

Cara untuk bisa berkarya secara maksimal adalah dengan mempertanyakan kembali mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan saat ini. Untuk mencari alasan yang menggerakkan semua keingintahuan kita atas pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Karena kita tidak ingin menjadi mesin. Karena kita perlu bertahan untuk menjadi manusia seutuhnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close