Jas Merah : Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah

Sedikit pengingat untuk Hari Guru

academicus:

Salah satu kekurangan kita adalah mudah lupa pada sejarah.

Kita seringkali terlalu fokus merancang masa depan, dan terlalu asik menikmati masa sekarang. Kita sering lupa untuk menengok ke belakang untuk menyadari bahwa diri kita yang sekarang adalah hasil dari apa yang kita lakukan di masa lalu, yang sekarang telah menjadi sejarah.  

Menurut saya, orang kita – bangsa Indonesia – adalah bangsa yang mudah sekali melupakan sejarah, mudah sekali membiarkan masa lalu. Mungkin hal tersebut dipengaruhi pula oleh budaya kita, yang mengajarkan untuk selalu ramah dan mudah memaafkan, yang dalam beberapa kasus bagus untuk dilakukan. Kita lupa bahwa si penyanyi tampan yang dengan aura luar biasa dan suara yang mempesona itu adalah pelaku kriminal, orang yang mengunggah video tak senonoh dan memicu berbagai kasus pemerkosaan dan asusila di seluruh nusantara. Kita lupa bahwa pembawa acara yang berkharisma dan menghibur itu pernah beramai-ramai berpesta narkoba. Kita lupa bahwa si pelawak kemayu yang digemari banyak orang itu hobinya melawak dengan menghina, dan meski berkali-kali ditegur, tetap saja tak pernah disaring omongannya.

Kita membaca buku teks berbahasa inggris dengan lancar dan sering lupa, bahwa untuk mencapai kemampuan sekarang kita belajar bahasa Inggris dari sekolah dasar. Kita sering lupa bahwa sebelum bisa menghitung dengan lancar seperti sekarang, kita belajar mengeja angka di TK, latihan mencongak di SD kelas dua, dan perkalian cara cepat di SMP kelas tiga. Kita bisa dengan bangga menyetir mobil, tapi sering tidak ingat betapa sebelumnya kita belajar mengendarai motor, tertatih-tatih menyeimbangkan sepeda, bahkan bertahun-tahun sebelum itu semua kita bersusah payah untuk berjalan dengan dituntun orang tua. Kita dengan sombongnya sering menyalahgunakan lidah kita, menghina dan gibah sana sini, berkata seenaknya, seakan tak pernah merasa bahwa dulu kita hanya bisa menangis, bergumam seperti orang gagu, sebelum orang-orang di sekitar kita mengajarkan dan akhirnya dengan terbata-bata kita mencoba berkata-kata.

Mari berpikir kembali tentang sejarah. Meminjam istilah Steve Jobs, apa yang kita alami di dunia ibarat titik-titik yang kita lalui. Kita tidak dapat mengurutkan titik-titik itu ke masa depan, karena semuanya masih misteri. Tapi kita selalu bisa merunut titik-titik kita ke belakang, untuk melihat hal-hal di masa lalu yang telah kita lalui dan menjadikan kita seperti sekarang ini.

Menatap ke depan adalah cara kita untuk berani bermimpi. Tapi menatap ke belakang adalah cara kita untuk bersyukur, cara kita mengingatkan diri sendiri betapa beruntungnya kita mengalami hal yang membuat kita apa adanya.

Jas Merah. Jangan Sekali-Sekali Melupakan Sejarah. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close