The Child Who Survive

Orang Indonesia umumnya punya masalah serius dalam bertanya.

Padahal bertanya adalah gerbang untuk tahu, pintu untuk belajar, dan jembatan untuk memahami.

Saat kita seharusnya bertanya, kita seringkali enggan karena takut dikira bodoh atau tidak memperhatikan.

Padahal kita semua memang bodoh. Pertanyaan justru seringkali datang dari orang yang mengerti, karena orang yang mengerti akan tahu dimana dia tidak tahu, dan disitulah dia bertanya.

Padahal jika kita memperhatikan, maka hampir pasti kita akan menemukan pertanyaan. Menemukan bagian-bagian yang menarik dan menimbulkan kemungkinan-kemungkinan baru dari apa yang disampaikan. Hanya orang yang memperhatikan yang bisa menimbulkan pertanyaan.

Sebaliknya pada saatnya tidak perlu bertanya, kita justru melakukannya. Contohnya ketika harus mengurus hal-hal yang berbau birokrasi seperti pembuatan KTP atau mencari jalan dengan peta. Bagi orang Indonesia, rasanya kurang afdol jika belum bertanya, meskipun petunjuknya sudah ada dan tinggal diikuti saja.

Semua dari kita belajar segalanya dari bertanya. Perhatikan bayi yang masih kecil, sorot matanya selalu penuh keingintahuan dan tanda tanya yang besar. Meskipun belum bisa bicara, saat ia memegang sesuatu ia selalu bertanya, benda apa ini? Apa gunanya? Apakah bisa dimakan? Apa yang bisa saya lakukan dengan benda ini? Itulah mengapa ketika bertemu benda baru, kita selalu melihat bayi bereksperimen dengan menyentuh, membenturkannya ke lantai, hingga mencoba memakannya. Semua dilakukan karena pertanyaan dan keingintahuan.

Semakin dewasa, kita semakin kehilangan antusiasme dalam bertanya. Kita semakin merasa tahu akan segala sesuatu dan memenuhi otak kita dengan jawaban-jawaban. Rumus dan teorema. Hal-hal yang pasti tanpa alternatif dan kemungkinan.

“Creative adult is the child who survive” – Ursala Le Giun

Ingatlah bahwa orang-orang kreatif adalah orang yang bertahan menjadi anak kecil yang tak pernah lelah bertanya.

Jangan pernah berhenti bertanya karena ialah bahan bakar terbesar yang meledakkan keingintahuan.

Jangan pernah malu bertanya, karena ia satu-satunya cara kita agar tak pernah berhenti belajar.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.