Festival Pembaca Indonesia 2014: Reading is Happiness

Sabtu kemarin (6/12), saya menyempatkan hadir di Festival Pembaca Indonesia 2014 yang diselenggarakan Goodreads Indonesia di Museum Nasional, Jakarta. Setelah sharing bareng teman-teman @HIPMI_UI, saya bersegera mengejar commuterline dan lanjut naik Busway. Sesampainya di halte Monas, saya sempat bertemu Mbak Ollie @salsabeela yang sayangnya sudah mau pulang dan sedang terburu-buru mengejar agenda lain. Padahal mau banyak cerita soal Lendabook :D.

Acara yang juga disebut Indonesia Readers Festival ini benar-benar surga buat kita pecinta buku! Berbagai komunitas pecinta buku hadir meramaikan booth di acara ini, mulai dari yang (setidaknya menurut saya) agak biasa seperti BlogBukuIndonesia.com, PNFI (Penggemar Novel Fantasi Indonesia), Pecinta Sherlock Holmes @sherlockianid, Buku Berkaki, hingga yang agak luar biasa seperti Cakrawala Gelinjang, komunitas pembaca buku bercover seksi (-_-).

Dan seperti tema yang diangkat, acara ini dipenuhi oleh orang-orang yang setuju bahwa membaca selalu membuat kita bahagia! Diisi dengan berbagai diskusi dan sharing, para pecinta buku yang datang sangat antusias berjejaring dan bercerita tentang buku, termasuk saya.

Acara yang paling menarik bagi saya adalah bookswap. Bookswap simpelnya adalah kegiatan bertukar buku, kita menaruh buku yang ingin kita tukarkan ke atas meja yang disediakan. Ketika sudah ditaruh, buku itu bukan milik kita lagi, tapi sebagai gantinya kita bebas mengambil buku yang lain. Jumlah buku yang boleh diambil sesuai jumlah buku yang kita taruh. Saya menukarkan kumpulan esai berjudul Slilit Sang Kiai nya Emha Ainun Najib dengan sebuah buku antik, Inside The Company CIA Diary cetakan tahun 1975!

Sejak menemukan lendabook, saya semakin mudah mendapatkan teman, dan tentu saja, buku baru. Saling pinjam-meminjam melalui platform Lendabook.co memang menyenangkan. Dan sekarang bersama kotributor lain, kami semakin banyak menuangkan kecintaan terhadap buku melalui blog kami.

Satu hal yang membuat saya kecewa dari festival ini adalah jam buka yang hanya hingga 16.00. Kemungkinan besar karena venue yang dipakai adalah Museum Nasional, sehingga mengikuti jam tutup museum yang sudah harus tutup jam 17.00. Jika rangkaian acara bisa diadakan hingga malam, lalu juga dilengkapi dengan performance yang lebih menarik, pasti akan lebih seru. Semoga teman-teman Goodreads Indonesia bisa mencarikan venue yang lebih baik di tahun depan.

Semoga tahun depan bisa kembali merayakan festival membaca yang membuat kita bahagia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close