Ketakutan

Waktu adalah dimensi yang terbagi tiga.

Masa lalu, sekarang, dan masa depan.

Masa depan, adalah dimensi yang sepenuhnya milik Tuhan. Kecuali apa yang Dia ceritakan pada nabi dan rasul–Nya, masa depan adalah misteri yang tertutup rapat. Meskipun semuanya telah ditulis sejak lama di Lauh Mahfuz sana, ia adalah rahasia semesta yang tak pernah dibuka. Kita tak pernah yakin apakah kita berjalan menuju jurang gelap yang tak berbatas, atau taman bercahaya yang terang benderang.

Kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jangankan satu tahun, satu bulan, atau satu hari ke depan, satu detik setelah ini pun kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi.

Benarkah ini jalan yang Tuhan berikan?

Inikah jalur yang benar menuju ke tempat yang saya inginkan?

Akankah saya baik-baik saja?

Semua pertanyaan dan ketakutan ini bergaung di sepanjang jalan. Menimbulkan keraguan, meninggikan kebimbangan.

Hingga saya kembali membaca kisah perjalanan Steve Jobs dalam The Steve Jobs Way. Jay Elliot menceritakan ketika Steve dipecat dari Apple – perusahaan yang dia dirikan sendiri – dia berusaha berani menghadapi masa depan. Dia mendirikan NeXT, memulai dari nol, dan membangun mimpi dari awal.

Steve berusaha terlihat berani, padahal dia tidak. Dia ketakutan setengah mati.

I wasn’t sure Steve could succeed”, tulis Elliot. “Nobody was, not even Steve himself. He told me he was scared to death”

Semua ketakutan kita akan masa depan adalah karena yang benar-benar pernah kita miliki adalah masa lalu dan saat ini. Detik ini.

Maka menenggelamkan diri dalam ketakutan akan masa depan adalah kesalahan.

Biarkan masa depan yang tidak pasti menjadi pengingat pada apa yang benar-benar kita miliki: masa lalu yang selalu bisa kita pelajari, dan saat ini yang selalu bisa kita syukuri.

Berdamailah dengan keraguan dan bersiaplah menantang masa depan.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.