Menolak Lupa

Jika ditanya apa hikmah Tuhan memberikan cobaan dan kesedihan untuk hamba-Nya, bagi saya jawabannya hanya satu: karena manusia pelupa.

Manusia sering lupa dia diciptakan dari tanah yang rendah. Manusia sering lupa dia berasal dari air mani yang jauh dari kata suci. Manusia sering lupa bahwa dia lemah, tak berdaya, dan tak pernah punya apa-apa. Bahwa semua pencapaian yang dia punya tak pernah benar-benar miliknya.

Cobaan dan kesedihan adalah cara Tuhan “menampar” kita untuk menolak lupa. Mengingat kembali siapa yang kuat dan siapa yang lemah. Menyadari kembali kapan harus berhenti dan kapan harus melangkah.

Tuhan hanya ingin melihat siapa hamba-Nya yang berani mengakui bahwa ia lemah. Tuhan ingin melihat siapa hamba-Nya yang mau menangis, meminta ampun, dan berpasrah. Lalu berhenti mengeluh dan bangkit menjadi lebih kuat. 

Kesedihan adalah cara Tuhan membelokkan hidup kita pada sesuatu yang lebih baik dari yang kita duga. Dia adalah mekanisme yang terlihat acak namun sesungguhnya teratur sedemikian rupa dalam kompleksitas alam semesta. Jalan-jalan yang kita lalui telah terpatri dalam tiap satuan waktu, telah termaktub di tiap lapisan langit. Dan Tuhan hanya menginginkan kita untuk percaya.

Rasulullah punya masa-masa tergelap bernama ’Amul Huzni : masa ketika dalam perjuangan terberatnya, dalam pertempuran batin terdahsyatnya, dua orang yang bisa dipercaya dan benar-benar dicintainya meninggal dunia. Pada akhirnya, nabi kita hanyalah manusia, tak ada bedanya dengan kita semua.

But night is always darkest just before the dawn. 

Malam tergelap selalu datang persis sebelum cahaya pagi datang.

And I promise you, the dawn is coming.

Masa-masa setelah tahun kesedihan adalah zaman keemasan Islam dan masa terbaik karir Rasul dalam berdakwah. Yang hingga kini, kebenarannya tak pernah berhenti berkilau sedetikpun juga. Yang cahayanya tak pernah berhenti bersinar hingga akhir masa.

Jika kamu sedang jatuh dan tak tahu harus berbuat apa, maka ingatlah bahwa kita hanya perlu melakukan satu hal: percaya

Sebagaimana itu satu-satunya yang selalu Tuhan minta dari hamba-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close