Menghapus Memori

Jika saja otak manusia didesain seperti komputer, mungkin kita bisa dengan mudah menghapus memori. Menghilangkan hal-hal yang tidak ingin kita ingat lagi.

Saya ingat pertama kali berandai-andai bisa menghapus memori, ketika kelas 3 SD berkunjung ke rumah seorang sepupu. Di sana, saya keasikan membaca koleksi komik Detective Conan di kamarnya. Saya tidak punya koleksi buku di rumah, apalagi komik. Maka ketika melihat deretan komik Conan, lengkap dari nomor satu hingga yang terbaru, saya tidak mampu menahan godaan untuk membaca semuanya.

Saat orang tua mulai pamit dan saya baru sampai di komik ke 11, saya ngambek dan tidak mau pulang. Atas kebaikan (atau rasa kasihan), om saya menghadiahi komik itu untuk dibawa pulang.

Sampai di rumah, selama satu bulan berikutnya, saya membaca satu-satunya komik yang saya punya itu. Lagi dan lagi. Rasa asik dan penasaran sangat terasa saat membacanya pertama kali. Hingga saya mulai hapal semua cerita dan dialog, lalu bosan dan mulai berandai-andai. Seandainya saya bisa menghapus memori, tentu saya bisa merasakan sensasi seru seperti membacanya pertama kali. Seandainya saya bisa menghapus memori, saya pasti bisa menikmatinya berulang kali.

But human brain doesn’t work that way. Semua ingatan dan memori yang terekam telah tersimpan di sana. Orang yang kita temui, tempat yang kita kunjungi, pengalaman yang kita jalani, emosi yang kita lakoni, dan semua hal yang mungkin tidak ingin kita ingat lagi. Semuanya melekat di sana, selamanya.

Seandainya kita bisa menghapus memori, mungkin tidak perlu ada dendam dan kesumat. Seandainya kita bisa menghapus memori, mungkin kita bisa memilih untuk menjauh dari masa lalu yang tak ingin kita ingat. Seandainya kita bisa menghapus memori, mungkin saya tidak akan pernah menulis ini.

Tapi saya kembali menyadari bahwa ingatan adalah bagian dari perjalanan. Perjalanan yang terdiri dari tiga masa; masa lalu yang ada untuk menjadi pembelajaran, hari ini yang ada untuk dijalani, dan masa depan yang ada untuk diperjuangkan.

Mari terus belajar, berjalan, dan berjuang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close