Tumblr Inside (2): David Karp, Kreativitas, dan Vespa Kesayangan


Tumblr Inside adalah seri tulisan yang membahas tentang Tumblr: cerita tentang passion, kreativitas, dan tumbuh kembangnya sebagai perusahaan teknologi.


Sejak tahun kedua di universitas, saya mulai tertarik dengan dunia startup digital. Cerita tentang dinamika startup digital dan bagaimana industri ini berkembang pesat selalu menjadi topik menarik untuk dibahas.

Saya pikir cerita tentang startup digital akan lebih menarik untuk mengimbangi tulisan-tulisan bertemakan cinta di Tumblr yang, seperti saya tulis sebelumnya, masuk kategori overdosis. Apalagi ini tentang Tumblr sendiri, our lovely playground where we write, post, and reblog.

Sebagai blogger yang menggunakan Tumblr sejak 2011, saya sendiri baru mulai membaca cerita tentang Tumblr sebagai startup digital di tahun 2014. Cerita tentang David Karp pun lebih sulit ditemukan dibanding beberapa founder lain, salah dua alasannya adalah karena (1) David tidak suka dunia selebritas, dan (2) kantor Tumblr ada di New York, bukan di Sillicon Valley.

Kali ini saya akan membagikan beberapa cerita menarik tentang David Karp yang dilansir Inc.com; bagaimana bapak Tumblr ini berkembang, cara dia bekerja, dan bagaimana dia menjalankan kreativitas.

Kreativitas Sejati Selalu Berproses

image

Ada banyak kunci kesuksesan, tapi satu hal yang tidak bisa ditawar adalah proses. Selalu ada proses panjang yang dijalani seseorang hingga dia sampai di puncak kesuksesan, begitu juga dengan David Karp. 

David mengatakan dia cukup beruntung menemukan passion nya sejak muda. Dan dia beruntung memiliki orang tua yang mendukung apapun yang ia inginkan. “Jika saya bilang saya ingin belajar musik, mereka tidak akan ragu untuk mendaftarkan saya di sekolah musik. Saya beruntung memiliki mereka”, ujarnya.

Berbeda dengan Mark Zuckerberg atau Steve Jobs yang drop out dari kuliah, David drop out dari SMA. Dalam satu interview dengan Business Insider, ia mengatakan bahwa dia belajar coding di umur 11 tahun. Dia tahu passionnya, tetapi tidak ada pelajaran computer science di kurikulum SMA di New York.

“Dan itulah alasan sebenarnya saya keluar dari sekolah. Alasannya bukan karena saya tidak suka sekolah. Bukan karena saya bosan. Dan bukan pula karena teman–teman saya tidak menyenangkan. Bahkan sebenarnya saya sangat menikmati sekolah". Tetapi dia beruntung dan meyakini apa yang harus ia lakukan sejak sangat muda.

Dan proses panjang yang ia jalani sejak umur 11 tahun itu lah alasan sebenarnya yang membuatnya sukses menjual Tumblr seharga 1,1 Miliar $ ke Yahoo di umur 26 tahun.

Anti-Schedule dan Menggambar di Kertas

image

I’m very anti-schedule”, ujarnya dalam satu interview. Kecuali untuk board meeting, David tidak suka membuat jadwal di kalendar karena menurutnya pertemuan yang terjadwal adalah distraksi untuk kreativitas. 

“Bayangkan kita sedang berada dalam obrolan yang asik, atau sedang tengggelam dalam pekerjaan, tiba-tiba kita harus buru-buru pergi karena ada jadwal pertemuan lain”, jelasnya. “Saya lebih memilih pendekatan let’s just call each other when we need something or want to hang out”.

David tidak pernah mengecek email kecuali sesampainya di kantor. Bagi David, mengecek email adalah pekerjaan yang tidak produktif, karenanya ia melakukannya sesingkat mungkin. David memiliki dua monitor di meja kerjanya, satu monitor iMac dan satu monitor vertikal untuk coding. Meskipun menciptakan Tumblr sebagai platform tempat siapapun bisa mencurahkan ide, David lebih menyukai menulis ide dan menggambar sketsa di buku catatan. Menurutnya kreativitasnya lebih mengalir dengan menulis di kertas.

Menikmati New York dengan Tim dan Vespa

image

David tinggal di Manhattan, sekitar 15 menit dari kantor Tumblr. Di pagi hari, dia biasanya berjalan kaki atau menaiki vespa kesayangannya untuk ke kantor. David menyukai Vespa-nya yang bisa diisi full tank hanya dengan 5$ dan cukup untuk lebih dari satu pekan. “I love it”, ujarnya.

Di kantor, meja David persis berada di tengah dan dikelilingi oleh engineer Tumblr. Setiap senin pagi, David memimpin rapat full-team di ruangan conference room yang tidak memiliki meja rapat. “Hanya ada kursi dan sofa yang cozy untuk semua orang”. 

Tim Tumblr memiliki kultur unik. Saat jam makan siang, seseorang akan berdiri untuk keluar dan yang lain akan mengikuti. Mereka lalu terpecah menjadi dua atau tiga grup untuk mencari makan siang, lalu kembali ke markas untuk makan bersama.

David sangat mencintai apa yang ia kerjakan, dan menghabiskan banyak waktu dengan teman-temannya yang bekerja di Tumblr. “I’ve never seen him show any desire to work on a side project”, ujar lead developer Tumblr – Marco Arment. “He is all Tumblr. All The Time”.

Passion David Karp terhadap Tumblr sebagai platform ide dan kreativitas mengingatkan satu tulisan saya tentang kunci sederhana dalam berkarya: fokus. Semangat dan keyakinannya dalam membangun Tumblr selalu punya tempat khusus di hati saya.

Semoga passionnya dalam berkarya juga sampai ke hati kita, para tumblr blogger muda di Indonesia.

Salam kreatif!


Further reading:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close