Native American, punya sebuah semboyan yang bernama “Save The Cow”, yang intinya kalau kita sedang bertemu dengan seekor sapi yang tenggelam di pasir hisap, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyelamatkan sapi itu dari lumpur, baru berpikir kenapa sapi itu bisa terperosok masuk, baru kemudian berpikir bagaimana caranya kita bisa menjamin sapi itu tidak terperosok lagi ke pasir hisap tadi.

Kalau kita sibuk saling menyalahkan atau sibuk panik dan berpikir apa yang terjadi, sapinya keburu mati tenggelam. Hari ini kita membuktikan bahwa daripada sibuk saling menyalahkan, kita memilih untuk langsung mengambil tindakan. Banyak yang menuntut dahulukan pelaku ditangkap dan ditindak, namun ditengah ketidakpastian hukum dan informasi yang simpang siur, beruntung kita memutuskan untuk turun tangan. Setidaknya saudara saudara kita di Tolikara tau, ada bantuan yang disegerakan.

Kurang dari 3 hari, donasi Masjid Tolikara telah tercapai, bahkan melebihi target. Untuk itu kami memutuskan untuk menghentikan penggalangan dana saat ini juga. Sehingga per hari ini (selasa 21 juli) tidak ada lagi donasi baru yang masuk, namun kami masih memberikan waktu untuk yang sebelumnya sudah klik donasi namun belum melakukan transfer untuk merealisasikan donasinya hingga jam 23.59 hari ini.

Maksimal lusa kami targetkan donasi sudah sampai di tangan yang membutuhkan. Donasi kita sendiri akan diserahkan sepenuhnya kepada Bulan Sabit Merah Indonesia – Jayapura sebagai dana pembangunan Masjid. Kita percaya mereka akan manfaatkan sebaik-baiknya. Lewat surat resmi mereka meminta uluran tangan, dengan sigap saudara sebangsa, lintas agama, lintas suku, menyalurkan bantuan sebagai jawaban.

Semuanya sayang saudara saudara di Papua.

Mereka menyatakan menolak konflik ini jadi lebih runcing. Mereka tidak ingin ada yang datang dan membawa perang atas nama balas dendam. Perang selalu membawa keterbelakangan, mereka ingin maju. Maka kalau kita benar benar peduli mereka, ini adalah jalan terbaik yang kita punya.

Terima kasih Bangsa Indonesia.

Masih di dalam semangat Idul Fitri kita telah buktikan, cinta menang atas dengki dan dendam.

Yang kita perjuangkan, kini kita telah menangkan.

Salam,

Pandji Pragiwaksono

Kitabisa.com/masjidtolikara

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.