Puisi: Tuhan, Sampaikan Rinduku

catatan-sederhana:

Hai…
Aku bukan siapa-siapa
Aku bukan-kamu
Bukan seorang academicus
Bukan pula seorang pengagumsastra
Hanya sipenulisamatir
Dan hari ini aku ingin sedikit ber ceritacrita

Perlu kau ingat, ini bukan celotehsinonapuisi
Melainkan hanya sebuah catatan-sederhana
Sebuah kisah tentang gerimisrindu kala itu
Yang terus terngiang dalam mimpisenja bermalam-malam sesudahnya

Hari itu…
Ditemani segelas estehmanistanpagula dan sepotong kuebeludrumerah
Meski murid-murid di kelassebelah sudah sepi
Dan biashujan juga masih gugur menemani
Tapi tetap saja kuambil pena-kecil dan kubuka lembarkertas putih pemberianmu
Lalu kutuliskan cerita tentang kita melalui aksarannyta
Yang meski tak sebijak kurniawangunadi
Tapi dengan tulus kutuliskan tinta ini dengan tulisanpenabiru
Tertuang di dalam catatanbesarku

Baiklah, sebaiknya aku ceritakan-saja
Ini cerita tentang perempuanku
Momen kecil nan indah dimana kami berdua meneduh dibawahhujan
Di sebuah pondokan di pegunungan
Ketika hari sudah senjabiru
Dan langit menunjukkan awan jingga pada hujanbulanapril

Di samping rantingkecil yang berair dideru hujan
Di satusenja itu, tak pernah terlupa sedikitpun bagaimana manis wajahmu
Terdiam tanpa kata, lalu dengan peralatan seadanya
Kita berdua lebih memilih memasak jagungrebus
Juga membuat beberapa gelas tehjeruk
Tak lupa nasi dan lauk sederhana
Agar ketika pulang, satu anak perempuanmu, anak kita, bisa menikmatinya

Sambil bersenda gurau kita pun tertawa ceria
Kamu tersenyum begitu indah, lebih indah dari warna jinggakalasenja
Sambil mendekatkan tanganmu padaku, kemudian kamu berkata…

Mas, ini kotak-nasi nya
Hanya berlauk tempe dan sedikit kecap-maniss
Aku harap Mas tetep suka
Dan kalau hujan sudah mereda
Sebaiknya kita izin pamit dan langsung jalansaja
Aku tak ingin berlama-lama
Takutnya hujanmimpi semakin membasahi perjalanan kita

Hei, lalu tahukah kamu?
Pun ketika hujanbulanmei, bayangmu hari itu masih setia menemani kesendirianku?!

Kini sebentar lagi menujudesemberr
Aku semakin teringat satu hari di dua puluh tahun yang lalu
Satu hari dimana kau keluarkan si nonakeciiil dari rahimmu
Tapi di hari itu juga Tuhan dengan takdir-Nya membawamu pergi selamanya dari hidupku

Aku masih ingat detik-detik ketika wajahmu ditutup dengan kain putih
Kain pemisah yang memisahkan pandanganku dari wajahmu
Kain pemisah yang membuat air mataku jatuh mengaliri pipi yang telah lama mengering
Kain pemisah itu telah berhasil membuatku mengubur dalam-dalam semua cerita selama kau tak lagi ada
Hari ini pun begitu
Tak hanya ingat, senjasudjana kini terasa berbeda
Si penulisbuta pun barangkali akan mengatakan hal yang sama
Lewat tulisannya, lewat tinta hitam yang ia goreskan
Barangkali ia akan berkata…

Harimu kini terasa berbeda, kawan…
Kurasa tak akan pernah lagi kau jumpai awanlangit yang sama

Dan aku tentu saja hanya bisa menjawab dengan senyuman sederhana
Senyum yang meski sedikit getir, tapi disana seperti tertulis segala hal tentangmu
Tersirat semua pesan rindu yang hanya bisa kuselipkan dalam doa
Rindu yang setiap kali muncul langsung kutitipkan lewat anginawan

Tapi aku bersyukur pernah bertemu denganmu
Karna detik dimana aku bersamadenganmu adalah momen terbahagia dalam hidupku
Tak sia-sia koinreceh yang kukumpulkan waktu itu
Ketika aku dan keluarga beserta rombongan mendatangi rumahmu
Kemudian berbicara kepada orangtuamu dan meminta izin untuk menjagamu dalam genggamanku

Aku hanya berharap…
Ketika suatu hari nanti langit-rinduku tak bisa lagi ku ukur luasnya
Pada hari itu tulisan ini bisa kuabadikan dalam diarydigitalre
Karena aku sadar, satu hari yang terlewat berarti kitasatulangkah lebih dekat

terimakasihtuhan
Telah Engkau jadikan ia temansederhana yang pernah menemani hidupku
Telah Engkau jadikan ia bintang terindah dalam hatiku
Meskipun tak bisa lagi kugenggam, namun cerita ini selamanya tertulis di nadiku
Dan akan terus mengalir dalam darahku

Tuhan…
Aku mohon dengan sangat
Tolong sampaikan rinduku
Setiap detik,.. dan setiap waktu
Hingga ajal menjemputku

Meski hanya melalui sujud-sujudku
Dan lewat doa-doa di sepertiga malamku
Tapi aku mohon sekali lagi
Tuhan, tolong sampaikan rinduku 

Dan kau, teman…
Begitulah kisahku
Terima kasih telah bersedia mendengar ceritaku
Maaf hanya bisa kutuliskan lewat puisi
karenapuisiituindah

5 September 2015
— Catatan Sederhana

Kreatif! Menggambarkan keragaman nama-nama user Tumblr yang ajaib, mulai dari estehmanistanpagula sampai jinggakalasenja, dari kotak-nasi sampai hujanmimpi.

Keep writing!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close