Subyektif Saya tentang Subjective Episode 2 Iqbal HP (Random Thoughts Tentang Kuliah, Kerja, dan S2)

ammarjasir:

Sebenarnya pada malam kamis ini saya mau menulis tentang film 3 yang barusan saya tonton, ada beberapa kesan yang menurut saya perlu diabadikan dalam tulisan dari film itu. Tapi begitu membuka laptop dan menjelajah sebentar, saya menemukan sebuah audio ‘kultum’ (kuliah tigapuluh menit) Bang Iqbal HP atua yang di sebut Podcast, yang cukup menarik. Sebuah rekaman suaranya pagi tadi, cukup random, tapi menarik sekali. Random karena bahasan yang disampaikannya tidak dipersiapkan sebelumnya, tapi menarik karena spontanitas penyampaiannya, dan juga tema yang dibawakan membuat saya tidak bisa menolak untuk mendengarkannya. 

Sebelumnya saya mau bercerita dulu soal bang Iqbal HP ini, yang buah pikirnya bisa ditemui di https://iqbalhariadi.com/ . Bang Iqbal adalah mahasiswa Biologi UI angkatan 2010, yang kini bekerja di kitabisa.com dan juga beberapa aktifitas lainnya di luar itu. Saya bertemu pertama kali dengannya sekitar tahun 2013, ketika bergabung di HIPMI UI. Ada beberapa aktifitas yang kami pernah lakukan bersama dan itu menyenangkan. Saya belajar banyak dari bang Iqbal, pada banyak hal kami memiliki ketertarikan di bidang yang sama. Saya menilai bang Iqbal adalah orang yang memiliki loncatan pikiran dan ide yang seru. Gagasan dan buah pikirnya seperti meletup-meletup di dalam kepala, ditambah pembawaannya yang selalu bertenaga, katanya dulu saat masih SMP suka berantem. Hehe lho ko jadi bahas bang Iqbal? ya gapapalah, biar teman-teman sekalian tau, bagi yang belum tau. Mengenal  dan berdiskusi dengan bang Iqbal, bagi saya merupakan suatu pengalaman yang asik.

image

Kembali ke audio bang Iqbal, yang pada episode ke-2nya mebahas mengenai dilema yang banyak dialami mahasiswa, termasuk juga saya. Kuliah, kerja, S2. Perihal 3 hal tersebut, saya kira banyak sekali diskusi dan pembicaraan, baik dari seminar pasca kampus, atau pembicaraan di kantin dan tongkrongan mahasiswa. Tapi kali ini bang Iqbal memberikan sudut pandangnya mengenai hal ini, yang saya rasa perlu sama-sama kita pikirkan. 

Yang pertama tentang masa kuliah yang masih banyak tersia. Masa di mana seharusnya kita menemukan mau jadi apa

melakukan apa kita setelah lulus. Sehingga apa yang kita lakukan pada masa kuliah, mengarah kepada hendak melalukan apa kita setelah sudah tidak kuliah, tentu dengan bekal ilmu yang kita dapatkan pada masa kuliah. Namun banyak terjadi setelah lulus lulusan kampus bingung melakukan apa. Akhirnya banyak yang hanya ikut tren, cari beasiswa, ambil S2 ke luar negeri, atau buka bisnis. Tidak ada yang salah memang. Tapi andai saja semuanya telah dipikirkan dan dipersiapkan sejak kuliah, maka akan menjadi lebih baik. 

Mencoba merefleksi kepada diri sendiri, saya pun merenungi hal ini. Posisi di mana secara akademis, di disiplin ilmu yang saya tekuni, saya tidaklah begitu baik. Sedangkan dalam dunia bisnis, beberapa telah saya coba, belum maksimal. Antara saya yang belum sungguh-sungguh, atau memang saya tidak begitu cocok berjualan, atau malah gabungan keduanya. Dengan keaadaan tersebut, pikiran mengenai kemana saya setelah kuliah sempat mampir. Tapi yang lebih parah adalah saat pikiran mengenai apakah saya bisa menyelesaikan kuliah. Itu adalah titik paling pesimis sih. haha

Di luar itu, saya sedang enjoy mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang banyaknya tidak berkaitan sama sekali dengan dunia kuliah saya. Mungkin ada, tapi sedikit. Tapi itu sebenarnya bukan masalah. Saya menafkahi diri dan mendapatkan kepuasan batin dari pekerjaan desain dan beberapa proyek kesenian lainnya. Hal ini kemudian yang membuat saya bersyukur, saya masih mempunyai harapan tentang apa yang hendak saya lakukan setelah masa kuliah berakhir. Paling mentoknya adalah saya melanjutkan aktifitas ini, mungkin lebih banyak belajar lagi, mencari spesialisasi saya. Saya pernah sedikit memabahas mengenai hal ini beberapa waktu lalu di 

What do you do when you are good at something but not good enough? 

Kembali ke audio, ada bahasan menarik tentang bisnis. Mindset yang sempat saya aminkan sekian lama, hingga kemudian pikiran saya menjadi lebih terbuka. Bagian ini cukup mengena karena apa yang dialami bang Iqbal sempat saya alami juga. Keadaan di mana saya sangat meyakini bahwa menjadi pengusaha atau berbisnis, merupakan satu-satunya jalan terbaik menempuh hidup, jalan paling terang menuju bahagia, menafikan jalan lain. Hal itu cukup menyesatkan di mana dengan mindset demikian saya sempat terjebak dalam situasi yang sulit yang saya paksakan, padahal sebenarnya saya tidak begitu menikmatinya. Tidak ada yang salah menjadi pekerja untuk orang lain, tidak ada yang salah dengan profesi apapun dan dibawah siapapun, selama itu halal dan baik untuknya. Sayapun demikian, malah kini lebih enjoy bekerja membantu orang lain. 

Ada banyak sudut pandang menarik lagi sih. Saya tidak bisa menyampaikan semuanya di sini, dan mungkin bisa didengarkan langsung ‘kultum’ Kuliah tigapuluh menitnya di bawah ini. Thank you bang Iqbal, telah sukses mengalihkan malam saya, sehingga baru ingat harus ngerjain tugas buat UTS besok pagi. haha Tapi tak apa sih, jadi tambah semangat ngerjainnya, biar cepat kelar juga nih masa-masa sulit. Haha Mohon doanya : )

https://soundcloud.com/iqbalhariadi/subjective-episode-2-random-thoughts-tentang-kuliah-kerja-dan-s2

Di awal membuat Podcast Subjective, saya bahkan ga yakin ada yang mau mendengarkan. Ternyata ada yang mendengarkan, share, dan komentar. Makanya saya tambah kaget saat dapat notifikasi dari @ammarjasir membuatkan tulisan.

I can’t say anything but thanks.

Ammar ini adalah teman super kreatif yang berbaju kriminologi tapi berjiwa seni. Makanya di profilenya, dia mengaku sebagai mahasiswa DKV: Desain Kriminologi Visual. Beberapa desain asiknya bisa dilihat di instagramnya @mmaryasir.

Masalah salah jurusan dan mindset bisnis mungkin banyak kesamaan antara saya dan Ammar. Makanya bisa langsung relate dengan obrolannya. Selamat menikmati hari ini dan memikirkan masa depan :D.

Terima kasih sudah memulai diskusi dari Podcast Subjective. This is exactly what I want to make. Podcast Subjective dibuat untuk mengangkat keresahan yang mungkin selama ini cuma dipendam. Podcast ini juga dibuat untuk mengangkat obrolan warung kopi menjadi lebih banyak dibicarakan anak muda di dunia digital. Nantinya setiap komentar dan opini yang saya dapatkan dari tiap episode Subjective akan saya angkat kembali dalam tulisan untuk menjadi bahan diskusi. Harapannya anak muda, terutama di Tumblr, bisa membicarakan banyak hal yang lebih produktif.

image

Untuk yang belum mendengarkan episode ke 2 Subjective, saya bicara soal kuliah, kerja, dan S2.

Dengarkan atau Download di Soundcloud.com/iqbalhariadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close