Festival Pembaca Indonesia 2015: Reading, Caring, Sharing

Rasanya baru kemarin saya menulis review tentang Festival Pembaca Indonesia 2014, tiba-tiba sepekan kemarin saya dapat whatsapp dari @mitaindrarini yang ngajak ke Festival Pembaca Indonesia 2015. Baru sadar ternyata sudah setahun lewat sejak event sebelumnya. FYI, Mita sejak awal kuliah adalah salah satu teman terbaik saya dalam pinjam meminjam dan berdiskusi tentang buku.

Akhirnya Ahad kemarin (6/12), kita berangkat ke Synthesis Square di bilangan Gatot Subroto, Jakarta. Event yang diselenggarakan oleh komunitas Goodreads Indonesia ini menghadirkan banyak stand komunitas pecinta buku, mulai dari berbagai penerbit, @sherlockianid (Pecinta Sherlock Holmes), Buku Berkaki, Listeno, hingga Portal Novel Fantasi Indonesia.

Seperti tahun kemarin, event yang selalu jadi incaran saya adalah Book Swap. Buat yang belum tahu, Book Swap adalah event dimana panitia menyiapkan meja besar berisi ratusan buku, dan kita bisa menukar satu buku dengan buku yang lain. Dari rumah, saya sudah membawa tiga buku yang siap saya lepaskan untuk tiga buku lain, dan hasilnya saya mendapatkan Catatan Harian Dr. Dino Patti Jalal, Antara Tindakan dan Pikiran nya Jean Piagot, dan Guruku Panutanku. Dua buku terakhir akhirnya saya tukar lagi dengan Saman nya Ayu Utami dan Drunken Monster nya Pidi Baiq.

Selanjutnya saya juga ketemu dengan @dokterfina dan menonton talkshow buku Jalan2Men!: Mengejar Dinosaurus yang diisi langsung oleh penulisnya Andra Fembrianto dan duo host seri Youtube-nya; Petra Jebraw dan Naya. Dulu saya menonton seri Jalan2Men sebagai referensi desain video, tapi setelah melihat langsung Jebraw di panggung, saya jadi ingin menonton lagi untuk pelajari spontanitasnya dalam membawakan acara. Rasanya itu yang bikin ceritanya jadi sangat berkarakter dan bernyawa.

Sebelum pulang, kami pun menyempatkan diri untuk ikut volunteering di gerakan Books For The Blind. Gerakan ini bertujuan untuk membantu penyediaan buku Braille bagi teman-teman kita yang tuna netra. Kami meluangkan waktu mengetik tiga sampai lima halaman buku yang nantinya akan diproduksi menjadi buku Braille. Saya menggunakan laptop sendiri, dan mengetahui bahwa kata-kata yang saya ketikkan kelak akan dibaca oleh teman-teman tuna netra membuat hati saya senang luar biasa.

Satu hal yang membuat saya kecewa dari festival ini adalah tidak adanya pengembangan konsep yang signifikan. Acaranya itu-itu saja dan bisa saya katakan, lumayan membosankan. I was expecting something far more exciting, yang sayangnya tidak saya temukan di festival tahun ini. Semoga teman-teman Goodreads Indonesia bisa mencanangkan sesuatu yang jauh lebih menarik di event mendatang.

Tapi overall, saya cukup salut dengan tema Reading, Sharing, Caring yang juga memasukkan unsur peduli. Semoga tahun depan bisa kembali merayakan festival membaca yang membuat kita semakin peduli dan berbagi!

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.