Ga Pake Syarat, Ga Perlu Bawa Apa-Apa

Saya sebenarnya orangnya ga bisa ngopi. Maksudnya minum kopi yang beneran kopi, misalnya kopi hitam atau yang namanya macam-macam seperti Arabica Gayo, Mochiatto, atau Latte Americano. Pokoknya yang kopi beneran kopi pahit. Kalo kopi manis semacam kopi susu ABC atau Luwak White Coffee – yang kata pecinta kopi bukan beneran kopi – saya masih bisa.

Masalahnya ada di lambung saya yang sensitif dan karena kopi berat beberapa kali membuat saya megap-megap. Tapi sejujurnya, saya selalu menikmati obrolan hangat yang tercipta ketika ngopi. Dengan menjamurnya warung kopi di mana-mana, saat ini istilah ngopi mengalami pergeseran makna menjadi nyeruput minuman sambil nongkrong dan berdiskusi. Minumannya sendiri bisa apa saja, dan sebenarnya itu justru hanya sebagai pelengkap. Aktivitas utamanya adalah interaksi dan berdiskusi.

Tumblr dan sosial media membuat saya berkenalan dengan banyak orang. Tapi saya tidak pernah mau menganggap kenal hanya karena pernah berinteraksi di layar kaca. Saya harus bertemu di dunia nyata.

Itulah mengapa, tiga bulan terakhir saya selalu memanfaatkan kesempatan untuk meetup dadakan. Bertatap muka dan berdiskusi langsung dengan orang-orang yang sebelumnya hanya kenal di layar kaca.

Meetup dadakan pertama waktu ada pekerjaan yang mengharuskan saya ke Depok. Lalu langsung kepikiran untuk bikin meetup bareng @prawitamutia dan mengajak siapapun yang mau ikutan. Dengan ajakan H-1, terkumpul 8 orang yang ternyata wanita semua, saya pria sendiri. Berasa Abdel di pengajiannya Mama Dedeh. 

image
image

Di diskusi kecil ini, Mutia cerita banyak soal tulis menulis dan bukunya Teman Imaji. Kami juga saling berbagi cerita tentang kuliah dan persiapan memasuki dunia setelahnya.

Saat ada pekerjaan yang mengharuskan saya ke Bandung, saya langsung terpikir untuk melakukan hal yang sama. Saya ajak @satriamaulana ketemuan dan saya buat undangan terbuka untuk siapapun di Bandung ikutan. Akhirnya pagi itu kita ngopi berlima bareng @aksarannyta, @hiperbolakata, dan @eleftheriawords.

Obrolannya dimulai dengan aktivitas, bisnis, pilihan setelah kuliah, melawan plagiarisme dalam berkarya, lalu ujung-ujungnya diisi dengan petuah Satria tentang separuh agama.

image

Beberapa waktu kemudian, juga di Depok, saya juga diajak untuk ketemuan dengan duo seniman Tumblr yang baru pertama kali ketemuan, @kurniawangunadi dan @dokterfina. Hadir juga @albertashendy@ilmaalya, dan beberapa teman masgun dari FIM. Masgun mengisi acara di RIK UI dan setelah itu kita ngopi. Secara harfiah yang minum kopi hanya masgun, tapi kami semua diskusi hangat di meja makan yang sama.

image

Well, semuanya dadakan, ga ada yang benar-benar direncanakan.

Tapi semuanya memberikan perkenalan yang menggembirakan dan diskusi yang menghangatkan. Pertemuan-pertemuan kecil seperti ini perlu diperbanyak, agar kita bisa mengenal manusia di ujung sana sebenar-benarnya. Agar kita tidak terperangkap dalam asumsi-asumsi di balik layar kaca.

Kalau ada rencana ketemuan, jangan ragu ajak-ajak kita ikutan. Dan kalau nanti saya bikin lagi meetup dadakan, siapapun welcome to join; ga pake syarat, ga perlu bawa apa-apa. 

Salam ngopi!

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.