Assalamu`aikum. Halo kak Iqbal, salam kenal. Apa pendapat kakak tentang kaitan antara kejujuran dalam ujian dengan kehidupan sehari-hari? makasih kak atas jawabannya.

Waalaikumsalam. Halo @radarduasatu​, salam kenal 🙂

Rasanya kurang pas kalau kita hanya mengatakan bahwa kejujuran dalam ujian ada kaitannya dengan kehidupan.

Saya mau cerita sedikit. Waktu SMA, saya angkatan pertama di sekolah. Ujian Nasional menjadi masa yang penting untuk semua orang. Kami sebagai angkatan pertama akan menjadi bukti, apakah sekolah kami yang tidak pernah punya pengalaman meluluskan siswa sebelumnya bisa berhasil membawa kami lulus ujian nasional. 

Saat itu masa-masa genting.

Angkatan saya sangat beragam. Ada yang pintar, tapi lebih banyak teman saya yang secara akademis tertinggal. Sebagian sangat sangat parah dalam bahasa inggris. Sebagian lagi tak kunjung bisa menyelesaikan soal matematika. Dan tak sedikit yang tak bisa sama sekali membaca soal kimia dan fisika.

Dua bulan menjelang ujian, banyak yang putus asa. Beberapa mulai mencari kemungkinan untuk mencari contekan. Hingga satu malam, kami dikumpulkan di masjid; semua guru dan siswa angkatan saya. Pimpinan pesantren kami maju ke depan, bersiap memberikan petuah. Malam itu, mengubah semuanya.

“Saya mewakili semua guru di sini”, samar-samar saya ingat wajah teduhnya. “Kami tidak peduli kalian lulus atau tidak lulus. Ujian hanya ujian. Tapi kejujuran, selamanya akan bertahan”

Beliau kemudian memberi ilustrasi sederhana. Hasil ujian akan kita bawa seumur hidup. Kalau kita ujian dengan tidak jujur, ijazah SMA kita tidak berkah. Ijazah dipakai untuk melamar kuliah, kuliah kita tidak berkah. Ijazah kuliah dipakai untuk melamar kerja, kerja kita tidak berkah. Hasil kerja dipakai memberi makan keluarga, keluarga kita makan makanan yang tidak berkah.

“Jadi fokus pada usaha, bukan hasil. Allah yang lebih tahu, Dia Maha Adil”

Sejak itu, kami seangkatan banting tulang. Kami latihan dan tryout tiap pekan. Yang tidak mengerti bertanya, yang lebih tahu mengajarkan. Kami mengerjakan soal sampai larut malam. Kami ingin buktikan bahwa kejujuran juga bisa memberikan hasil maksimal.

Saat hasil ujian keluar, kami lega luar biasa.

Beberapa orang baru lulus setelah melanjutkan ujian susulan, tapi kami tahu pasti: tak satu pun dari kami yang tidak bangga. Bukan soal angka dan selembar ijazah. Kami bangga dengan kejujuran, dan kami tahu kejujuran itu yang akan selalu kami bawa, selamanya.

Maka jika kembali ditanya apa kaitan antara ujian dan kehidupan, saya akan bilang: kejujuran dalam ujian adalah bagian dari kehidupan.

Jangan curang hanya karena takut jadi pecundang.

Bayar semua dengan perjuangan, dan kita akan tahu pasti:

Kita akan berdiri sebagai pemenang.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.