Something More

Selasa kemarin, saya kedatangan tamu spesial.

image

5 anak kelas 5 SD dari Mentari School: Rumi, Syaina, Dafa, dan dua kawannya.

Mereka bercerita bahwa mereka akan menggelar pameran tentang berbagai jenis pekerjaan di sekolahnya. Semua siswa dibagi dalam kelompok, dan setiap kelompok mendapatkan tugas untuk mewawancarai orang-orang sesuai pekerjaannya.

Kelompok mereka mendapatkan tugas untuk mewawancara Blogger dan Vlogger.

Melalui serangkaian jaringan sana sini, saya blogger yang kena tembak untuk jadi sasaran wawancara mereka. Saat pertama kali dihubungi dan mendengar mereka punya tugas untuk wawancara blogger, hal pertama yang terlintas di kepala saya, saya ngapain ya waktu kelas lima?

Rasanya kerjaan saya cuma main bola dan ga betah di kelas menunggu waktu main bola. Sekarang, anak anak ini punya PR yang buat saya keren luar biasa.

Mereka diantar oleh ibunya Rumi, dan kemudian ditinggal untuk melakukan wawancara mandiri dengan saya. Layaknya anak SD pada umumnya, mereka langsung kasak kusuk buka buku catatan berisi daftar pertanyaan yang akan diajukan untuk saya. Lalu salah satu dari mereka mulai bertanya,

Can we do it in English?

Saya cengap sebentar, lalu mengangguk, “If you guys are more comfortable with that, sure”. Saya kemudian baru sadar kalau Mentari School itu sekolah internasional.

Mereka pun memulai dengan beberapa pertanyaan dasar yang terdengar sangat template, tapi saya sangat kagum karena dilakukan oleh anak kelas lima. Pertanyaannya berputar di sekitar what is blog, why do you blog, dan how do you start, pertanyaan sederhana yang ternyata lumayan membuat saya berpikir. Saya jawab satu per satu lalu mereka sibuk mencatat dengan pensil. Canggihnya, salah satu dari mereka tidak mencatat, tapi menyodorkan iPhone nya untuk merekam. Iya, iPhone.

“So where do you blog?”

“Tumblr. You guys know it?”

“Yes, kind of instagram and twitter, right?”

“Social media, yes”

“What’s the difference? Is it better?”

Saya tersenyum sebentar, lalu membuka hape saya dan menunjukkan aplikasi Tumblr.

image

“This is Tumblr Dashboard. You can try post anything”

Saya lalu membiarkan mereka mencoba main Tumblr. Mereka keasikan memainkan tombol post yang memunculkan 7 icon postingan secara popout.

“You can literally post anything so easily, and have your beautiful blog without doing anything. Tumblr make everything for you”

Anak anak itu mengangguk, lalu salah satu dari mereka bertanya.

“What can I see in Tumblr?”

Saya terdiam sebentar, lalu menjawab. “Well, anything. What do you want to see?”

“Hmm lego?”

“Of course”. Saya lalu mencoba membuat postingan GIF dan mengetikkan lego. Lalu muncul ribuan GIF lego.

image

Saya coba scroll ke bawah, dan ketika hasilnya ada terus menerus, yang lain mulai ikutan.

“Try Spongebob!”

image

“How about naruto?”

image

“Frozen?”

image

Saya mengetik semuanya. And Tumblr just never let me down.

Mereka semakin asik mencoba berbagai hal di Tumblr, sampai saya harus mengembalikan mereka ke daftar pertanyaan.

“Okay guys, any other question?”

Mereka kembali melihat catatan, lalu melemparkan satu pertanyaan terakhir.

“This is the last one. What do you get from your blog? From your Tumblr?”

Saya terdiam sejenak, lalu mengingat banyak hal yang saya dapatkan selama 5 tahun ngeblog di Tumblr.

“I get a lot of things. At first, it was just me expressing myself. Post things I like, write about stuffs I’m curious about, tell stories about things around me.

Then, I got a lot of new friends. Everywhere I go, I felt like someone from Tumblr can welcome me in the city.

I am connected with people who have similar interests. Real people whom I really meet, who share their real stories.

I have people listen to my stories.

I got supports in helping others. 

I got advices, fresh ideas, and new inspiration.

I got excited to explore my creativity. 

At first, Tumblr is just a canvas, where you express yourself and tell your stories. But when you do it right, being honest with who you really are, it becomes something more”

.

.

.

“It becomes a home”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close