kak @academicus , aku mau nanya, sekarang aku baru mau mulai untuk mengembangkan kegemaran sejak kecil, yaitu nggambar, tapi melihat diluar sana banyak yang lebih jago, dan mahir, aku jadi minder sendiri, ada saran kak ?,ntar kalau udah sembuh dari penyakit mindernya, tak kasih hadiah gambarku deh, walaupun sebenarnya lebih bagus gambarnya anak TK, (sumpah kak, gambarku jelek2 banget,) hehe.. makasih jawabannya kak :)

Halo @ksatriabulan​​,

Selamat sudah mau memulai mengembangkan hobi semasa kecil! Ditunggu kiriman gambarnya 🙂

Jawaban singkat saya untuk pertanyaan ini sama seperti saran saya untuk berkarya yang dari dulu cuma satu: mulai aja dulu.

Tapi karena masalah utamanya adalah minder, saya mau berbagi tiga cerita singkat tentang berkarya. Dua diantaranya diambil dari buku Kreatif Sampai Mati nya @maswaditya. Semoga bisa membantu mengubah sudut pandang kita agar lebih berani untuk mulai berkarya.

1. Semua Dimulai Dari Amatir

Pandji Pragiwaksono, adalah salah satu pahlawan saya dalam berkarya. Saya penikmat karyanya, seperti yang pernah saya ceritakan di salah satu tulisan sebelumnya.

Saya sebut pahlawan karena dari dia saya belajar banyak hal, terutama bagaimana caranya berkarya maksimal dengan tetap menjadi diri sendiri.

Saran “mulai aja dulu” datangnya dari Pandji. Di salah satu diskusi tentang Indiepreneur, Pandji bilang hal yang sangat riil ketika ada yang bertanya hal yang kurang lebih sama,

“Saya mau nulis, tapi takut karena tulisan saya jelek. Gimana caranya saya bisa menulis sebagus mas Pandji?”

Kata Pandji, “semua orang mulai dari bawah. Kalo lo ga percaya, jangan lihat tulisan gue yang sekarang. Lihat tulisan blog gue jaman dulu”.

Besoknya, saya scroll sedalam-dalamnya blog pandji.com sampai ke tulisannya di tahun 2004. Di halaman terakhir, saya menemukan tulisan ini.

image

Udah, gitu aja. Pandji Pragiwaksono, menulis tentang kentut!

Aneh, lucu, dan ajaib. Pandji yang sekarang kita kenal sebagai standup comedian yang punya tur dunia, penulis buku-buku nasionalisme, dan pembawa gagasan besar di industri kreatif memulai karir penulisannya dengan menulis tentang kentut di blognya.

Tapi dengan konsisten menulis dan menulis, kita bisa melihat sendiri perubahan bahasan dan gaya menulis Pandji dari tulisan yang dulu ke tulisan yang sekarang.

Sebuah bukti bahwa semua dimulai dari amatir.

You need to start somewhere, or you will never going anywhere.

2. Rangkul Keterbatasan

Kalau kita merasa bahwa kita memilki kekurangan sehingga takut berkarya, kisah Phil Hansen akan jadi cerita yang wajib disimak.

Phil Hansen adalah seorang seniman yang memulai karirnya dengan frustasi. Dia suka menggambar, tapi sejak kecil dia tidak bisa membuat garis lurus. Setiap kali dia membuat garis lurus, tangannya tremor, bergetar, dan selalu menghasilkan garis yang bergelombang. Jika dia paksakan, tangannya akan terasa sakit dan dia tidak bisa menggambar.

Bagi Phil yang bercita cita menjadi seniman, hal ini merupakan kekurangan besar. Bagaimana bisa dia menciptakan seni yang hebat jika membuat garis lurus saja tidak bisa?

Tapi dia tidak berhenti hanya karena merasa dirinya tidak mampu. Phil terus bereksperimen sampai dia akhirnya menemukan polanya sendiri dan menyadari satu hal: dia mungkin tidak bisa membuat garis lurus, tapi dia bisa membuat titik-titik.

Dia akhirnya menemukan bahwa dia bisa melukis menggunakan teknik pointilism, yaitu membuat lukisan dengan menggabungkan titik-titik. Phil bereksperimen dengan berbagai objek besar, dan hasilnya justru membuat dia menjadi seniman dengan karya yang berbeda dan sangat ikonik.

Contohnya gambar bruce lee raksasa yang dibuat dengan cap tangan

image

Atau portrait Tesla yang dibuat dengan menggunakan mesin las.

image

Karya unik Phil lainnya beserta video pembuatannya bisa dilihat di philinthecircle.com. Phil, adalah contoh nyata bahwa sesuatu yang kita anggap sebagai “kekurangan” justru bisa menjadi keunikan dan ciri khas kita. Syaratnya, jangan minder sebelum memulai.

Keep exploring and you will find a way.

3. Semua Karya Ada Penikmatnya

Jika masih ada yang takut berkarya karena ragu akan ada yang suka, maka wajib kenal dengan M Dot Strange.

image

Strange, seperti namanya, adalah pembuat film animasi yang dicap aneh oleh banyak orang.

Aneh karena dia menghasilkan karya animasi yang sangat aneh. Film animasi perdananya berjudul We Are The Strange, berdurasi 88 menit, dan menggabungkan teknik stop motion, animasi 2 dimensi, dan animasi 3 dimensi.

Film ini bertambah aneh karena ceritanya yang aneh. Belum lagi karakter utamanya yang juga aneh: eMMM, seorang boneka berkepala besar dengan tato M di jidatnya dan Blue, gadis berwajah anime jepang yang digambar dengan animasi 2 dimensi dan terkadang 3 dimensi.

image

Teknik yang digunakan sangat tidak lazim, sehingga Strange kemudian membuat trademark sendiri untuk tekniknya, yaitu Strange + 8 bit + Anime = Str8nime.

Aneh. Sumpah, aneh banget. Kalau ga percaya, bisa tonton sendiri filmnya di Youtube.

Banyak orang yang berpikir film ini sangat aneh sehingga tidak mungkin akan ada yang suka. Ternyata mereka salah.

Saat film ini dirilis di Sundance Film Festival, banyak yang mencemooh. Tapi saat film ini rilis di Youtube, 

“keanehan” Strange justru memunculkan penggemar berat.

M Dot Strange menjual filmnya dalam format DVD, dan saking lakunya, subtitlenya kemudian tersedia dalam 17 bahasa. Menandakan kekuatan fans yang mau bersukarela menerjemahkan film aneh ini.

Kini, M Dot Strange telah menelurkan lebih banyak karya dengan gayanya yang aneh. Dia membuktikan bahwa berbagai macam karya sejatinya memiliki penikmatnya sendiri-sendiri. Kita tidak bisa berharap semua orang suka, tapi di luar sana, pasti ada yang bisa mengapresiasi karya kita.

Tugas kita adalah bagaimana mempertemukan karya kita kepada penikmat yang tepat.


Sekali lagi, tiga cerita tadi menjadi bukti, bahwa karya kita pada akhirnya akan bisa bertemu dengan penikmatnya.

Dan satu-satunya cara untuk sampai ke sana, adalah dengan mulai berani menciptakannya.

Salam kreatif!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close