#SIFyse (2): 6 Ide Bisnis Sosial Dari Young Social Entrepreneurs 2016

Di tahun kedua kuliah, saya mulai tertarik dengan inovasi teknologi, khususnya teknologi digital. Dari sana, saya banyak mengonsumsi beragam informasi mengenai dunia social entrepreneurship.

Salah satu artikel pertama yang saya baca adalah bahwa dunia socent mulai menjadi the new cool di kalangan mahasiswa di US; organisasi seperti Social Enterprise Club di Harvard mulai jadi primadona kampus, dan semua orang bicara mengenai bisnis yang menyelesaikan masalah sosial.

Di Indonesia, tren positif ini mulai terasa. Bahasan ini jadi menarik karena social enterprise alias bisnis sosial jadi pertemuan antara bisnis yang menguntungkan dan gerakan sosial yang memberi dampak.

image

Ribuan anak muda mulai tertarik ikutan, dan asiknya, berbagai event seminar, program inkubasi, maupun kompetisi mempermudah ide-ide kita jadi kenyataan. Waktu di kampus, saya rajin sekali ikut berbagai seminar dan kompetisi untuk dapat pengalaman, networking, wawasan, dan pendanaan gratis.

Di event Young Social Entrepreneur kemarin, saya bertemu dengan teman-teman peserta Indonesia yang standout dengan ide-ide kreatif. Dari ratusan aplikasi dari berbagai negara, ada 50 tim terbaik yang diundang ke Singapura dan 14 diantaranya dari Indonesia. Setelah proses pitching, 6 tim terpilih dari Indonesia maju ke tahap berikutnya untuk mendapatkan mentorship, study visit ke socent di negara lain, dan pendanaan.

Di hari terakhir, saya sempat berbagi cerita dengan mereka. Ini dia cerita singkat tentang 6 bisnis sosial yang mereka jalankan.

1. Riliv

image
image

Riliv menciptakan aplikasi untuk membantu dunia psikologi. Singkatnya, Riliv adalah social network yang menghubungkan setiap orang yang memiliki permasalahan pribadi dengan orang-orang berlatar belakang psikologi melalui konseling online.

Riliv jadi solusi untuk orang-orang yang ingin curhat dan menyelesaikan masalah pribadinya. Di aplikasi ini, orang-orang berlatar psikologi yang disebut Reliever akan siap mendengarkan curhat para pengguna dan memberikan solusi terbaik.

Dengan cara ini, Riliv membantu orang-orang untuk bisa mencurahkan masalah pribadi mereka tanpa khawatir identitas mereka akan bocor. Secara personal, Riliv adalah ide favorit saya dimana aplikasi ini sangat berpotensi membawa dunia konseling dan psikologi memiliki dampak yang lebih luas untuk Indonesia, bahkan dunia.

2. Kama Batik

image

Kama Batik diinisiasi oleh tiga perempuan muda setelah melihat masalah di Pekalongan, kota penghasil batik di Indonesia. Banyak limbah batik yang dihasilkan oleh produsen batik yang akhirnya terbuang begitu saja.

Kama Batik mengumpulkan limbah batik dan mengolahnya kembali menjadi berbagai produk seperti kalung, dompet, tas, dan aksesoris lainnya.

3. Iwak.me

image
image

Tim Iwak juga menjalankan ide bisnis yang menarik.

Berawal dari permasalahan di kota Nganjuk, Jawa Timur, tim Iwak melihat adanya kesenjangan masalah dan potensi; 76% angkatan kerjanya menganggur, padahal 88% lahan di Nganjuk masih kosong dan belum dimanfaatkan.

Setelah melalui riset, mereka memunculkan ide budidaya ikan. Iwak menyediakan platform yang menghubungkan investor dengan keluarga pembudidaya ikan; orang-orang di kota yang memiliki dana bisa berinvestasi, sementara dana investasi akan digunakan oleh penduduk Nganjuk untuk membuat kolam-kolam ikan.

Skema menarik ini punya skalabilitas tinggi dan memutus rantai bisnis yang sebelumnya rumit dan panjang. Skema yang juga berpotensi “menggusur” cara investasi konvensional melalui lembaga seperti bank. A disruptive innovation.

4. Cognosente

image

Cognosente terdiri dari anggota tim berlatar belakang chemical engineering.

Mereka melihat bahwa metode tradisional pembuatan garam tidak bisa memenuhi kebutuhan Indonesia, sedangkan petani garam tradisional tidak bisa bersaing dengan garam berharga murah yang ada di pasar.

Cognosente membantu mengefisiensikan proses produksi garam dengan membuat sistem plant desalinasi air laut menjadi garam dan air tawar, serta mengajarkan petani menggunakan teknologinya.

5. Valour Footwear

image
image

Valour adalah brand sepatu yang diproduksi di Bandung. Sepatu valour dibuat dari bahan kanvas berkualitas yang anti air.

Sejalan dengan pengembangan produk, Valour mengusung project SMILE: untuk tiap 10 pasang sepatu yang terjual, sepasang sepatu akan didonasikan untuk mereka yang membutuhkan.

6. Morbi+

Tim Morbi+ terdiri dari tiga orang mahasiswa yang sedang kuliah di Belanda. Ide mereka berangkat dari masalah malnutrisi di Marcos, Sulawesi Selatan.

Dengan latar belakang di bidang teknologi pangan, Morbi+ menciptakan produk makanan bernutrisi berupa biskuit dengan bahan Moringa oleifera

image

Dalam proses produksinya, pengerjaan akan ikut memberdayakan masyarakat sekitar untuk mendapatkan penghasilan. Produk ini diharapkan bisa menjadi solusi nutrisi untuk masyarakat lokal.


Keenam tim tersebut akan menjalankan ide bisnisnya dan berkompetisi kembali dengan 8 tim dari negara lain di babak final, hingga 8 bulan mendatang.

Selain 6 tim tadi, ada 8 tim lain dari Indonesia dengan ide mereka masing-masing.

Menyenangkan rasanya mendengarkan cerita anak-anak asik yang pengen mengubah dunia. Ga ada jaminan ke depan bisnis mereka akan bertahan, tapi ide yang mereka sudah mulai harusnya bisa jadi inspirasi untuk anak muda lainnya.

Obrolan semacam ini harus dibicarakan lebih banyak lagi. Ada pilihan baru untuk anak-anak muda bisa berkarya, menjalankan bisnis yang tidak hanya memberikan kebebasan finansial, tapi juga menciptakan dampak yang membahagiakan.

Kalo kata @achmadzaky, kreativitas dan semangat entrepreneurship itu menular. Karenanya cerita seperti ini harus lebih banyak diangkat, spiritnya harus lebih sering ditularkan.

Just like Einstien said: Creativity is contagious.

image

Pass it on.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close