https://api.soundcloud.com/tracks/254840045/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Subjective Talk: Obrolan Tentang Salah Jurusan

Tahun lalu, saya pertama kalinya mendengar kalimat “The elephant in the room".

Istilah yang kurang lebih artinya “problem that everyone knows is there, but no one wants to acknowledge”.

Buat saya, bahasan soal Salah Jurusan adalah Elephat in The Room. Semua orang tahu masalahnya apa, dan semua orang tahu masalahnya ada di sana. Tapi jarang sekali orang yang buka-bukaan bicara solusinya.

Buat semua orang yang pernah kuliah, sepertinya tidak perlu intro banyak untuk mengantarkan kita ke bahasan tentang salah jurusan. Jika bukan kita, mungkin sahabat, saudara, atau adik/kakak kelas kita yang masuk kategori ini.

Saya sendiri termasuk di dalamnya. Saya salah jurusan.

Buat saya, definisi sederhana dari salah jurusan adalah mereka yang bekerja di bidang yang tidak sejalan dengan jurusan kuliahnya. Saya dulu mahasiswa MIPA UI, jurusan biologi. Dan sekarang saya bekerja di dunia startup, sebagai storyteller dan content creator.

Tentu tidak sejalan sebagaimana mestinya. Dan saya ingin bagikan apa yang saya pelajari dari kesalahan saya.

Setidaknya agar yang masih kuliah dan ternyata masuk di kategori yang sama bisa persiapkan jauh-jauh hari apa yang sebenarnya harus dilakukan.


Tawaran ngobrolin ini sebenarnya pertama kali datang dari teman saya semasa kuliah di MIPA, @barrysianturi namanya. Dia tetiba whatsapp dan ajak saya untuk bicarain masalah ini, dan menurut saya ini justru akan menarik kalo jadi bahasan di Podcast.

Selanjutnya, saya minta Barry untuk cari kenalan lainnya yang juga bisa jadi contoh kasus Salah Jurusan. Lalu muncul lah nama @numeirama, sesama teman di MIPA. Alumni Fisika yang sekarang kerja sebagai tim kreatif di NET TV. Beberapa bulan pertama dia sempat pegang program The Remix, lalu belakangan dirolling dan bertanggung jawab di program Chef Table.

Saya sebelumnya belum pernah bertemu langsung dengan Numei, tapi namanya memang lumayan populer di kalangan aktivis kampus di zaman saya kuliah. Akhirnya sebelum janjian, saya sempat riset-riset sedikit dan terkejut menemukan bahwa saya ternyata pernah head to head dengannya di salah satu ajang politik kampus. Lumayan lucu sebenarnya, lengkapnya apa bisa didengarkan di podcastnya.

Jadilah kami bertemu di sebuah warung kopi. Duduk manis dan ngobrol ngalor ngidul, mencoba mengulik topik salah jurusan; bagaimana menghadapinya, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana mengambil keputusan yang benar.

Diskusi kami seperti obrolan pada umumnya. Tidak semuanya benar, tapi banyak yang bisa diambil untuk memulai percakapan.

Dengarkan di Soundcloud, iTunes, atau download dan jadikan podcast ini teman ngobrol di jalan. Atau kosan.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close