Jika Kita Berpikir Demikian

Saya akhirnya sadar, dunia tidak adil untuk semua orang.

Dunia tidak adil untuk ibu-ibu yang harus bayar lima ribu hanya untuk naik angkot sebentar ke pasar.

Dunia tidak adil untuk supir angkot yang sudahlah harus kejar setoran, digusur ojek dan mobil online, masih harus berdebat sama penumpang yang bayar ongkos seenak jidatnya.

Dunia tidak adil untuk pengendara mobil yang selalu protes tiap lewat jalanan rusak dan disalip motor tanpa aba-aba.

Dunia tidak adil untuk pengendara motor yang sudah beratribut lengkap pun masih suka diberhentikan polisi.

Dunia tidak adil untuk polisi yang hanya menjalankan tugas di bawah terik matahari, tapi selalu dianggap cari uang tambahan untuk korupsi.

Dunia tidak adil untuk para pejalan kaki yang haknya dirampas motor dan pedagang kaki lima.

Dunia tidak adil untuk pedagang kaki lima yang terpaksa mangkal di trotoar karena tak tahu harus berdagang di mana.

Dunia tidak adil untuk mereka yang diusir dari tempat tinggalnya, lalu .

Dunia tidak adil untuk pemerintah Jakarta yang mau melaksanakan tugasnya, tapi masih kena protes kemana-mana.

Dunia juga tidak adil untuk bapak presiden Indonesia yang tetap dihujat meski sudah berbuat sebaik apapun juga.

Mungkin dunia memang tidak adil untuk semua, jika kita berpikir demikian.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.