Salam kenal, Kak Iqbal. Saya suka banget sama tulisan-tulisannya. But, setelah dengerin Podcast Subjective-nya dan neliti tulisan-tulisannya Kak Iqbal, kayaknya Kak Iqbal tuh anti banget yah sama yang namanya cinta-cintaan. Nah, tanggal 14 besok kan Kak Prawita mau nikah, coba dong tulis sesuatu tentang cinta. Anggap aja ini tantangan gitu. Makasih Kak. Maaf sebelumnya.

Salam kenal #meskipungabisakenalkarenaanonim 🙂

Alhamdulillah, terima kasih dan semoga bermanfaat.

I think you are missing the point. Kalau benar meneliti tulisan saya, maka kamu akan tahu bahwa saya bukan anti cinta. Saya hanya mempermasalahkan frekuensinya saja.

Saya sendiri juga membicarakan cinta dan punya permasalahan cinta, hanya saja saya tidak membicarakannya di ranah publik. Saya hanya membicarakan itu dengan teman-teman saya yang khusus. Kalo kami kumpul, pasti masing-masing akan membahas soal cerita cintanya masing-masing.

Untuk pernikahannya @prawitamutia dan @kuntawiaji, alhamdulillah saya diundang dan berkesempatan memberi selamat dan mendoakan langsung kepada mereka.

Pun memberi selamat kepada pengantin baru @satriamaulana dan Citra yang sudah akad nikah duluan dan ikutan hadir di Bogor.

*pengantin baru di tengah, saya dan @kurniawangunadi di pinggir aja.

Pekan kemarin, giliran @prawitamutia yang gantian (bareng saya dan @novieocktavia) mendatangi resepsi @satriamaulana di Bandung. Resepsinya keren dengan konsep garden party ala-ala film Hollywood.

Alhamdulillah buat saya hadir langsung memenuhi undangan sahabat-sahabat yang menikah jadi ikhtiar terbesar yang bisa saya usahakan untuk mendoakan mereka.

Di resepsi Satria, hujan turun dan kami berteduh sambil minum es cendol. Di obrolan meja makan, Mutia berbagi cerita tentang cinta dan kehidupan barunya. Mutia sempat bilang, “tiap orang punya timezone-nya masing-masing. Mungkin saat ini mereka bicara tentang cinta, mungkin besoknya sudah tidak. Biarkan orang-orang hidup pada zona waktu mereka”.

Saya mengangguk setuju.

Setiap orang hidup dengan zona waktunya. Dan mungkin ada beberapa kesempatan dimana saya tidak menghargai zona waktu itu, tak sengaja menyinggung perasaan seseorang, atau mengingatkan dengan cara yang salah.

Untuk itu, saya minta maaf yang sebesar-besarnya.

Hatur nuhun 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close