https://api.soundcloud.com/tracks/273570907/stream?client_id=N2eHz8D7GtXSl6fTtcGHdSJiS74xqOUI?plead=please-dont-download-this-or-our-lawyers-wont-let-us-host-audio

Podcast Subjective Episode 7: Ketika Youtuber Jadi Cita-Cita

Buat orang yang sering nonton Youtube, lagu Ganteng Ganteng Swag pasti tidak asing. Lagu hip hop yang menyuarakan keresahan para Youtubers tentang industri entertainment, khususnya TV.

“Youtube Youtube Youtube lebih dari TV!
“

Dan harus diakui, lirik Jovi di lagu ini sangat catchy dan nempel banget di kepala. Terakhir kali saya cek saat membuat tulisan ini, video Ganteng Ganteng Swag sudah mencapai 9,5 Juta view di Youtube.

Yang menyedihkan, video dengan lirik dan adegan eksplisit ini dibebaskan tampil tanpa age restriction atau batasan usia.

Hasilnya?

Waktu saya sedang jalan-jalan di timeline Twitter, saya melihat sebuah video dari akun @hati2diinternet, berisi kompilasi beberapa video lucu.

Diantara bagian dari kompilasi yang dibuat, ada beberapa video anak-anak SD melakukan cover lagu GGS sambil ngomong Fuck pencitraan, I don’t give a fuck, dan mengacungkan jari tengah. Beberapa mengucapkannya dengan penyebutan yang kacau, yang menunjukkan bahwa mereka sebenarnya ga ngerti-ngerti amat yang mereka ucapkan. Mereka hanya mengikuti idola-nya.

Tak hanya itu, yang lebih menyedihkan buat saya adalah banyaknya anak-anak yang sok-sokan ngevlog dan bilang secara eksplisit bahwa mereka bercita-cita menjadi Youtuber.

Ya, kamu ga salah dengar. Anak-anak ini bercita-cita jadi Youtuber.


Internet semakin menggila, dan sosial media semakin merambah siapa saja. Tak terkecuali anak-anak dengan beragam usia.

Dan semakin ke sini, gempuran konten negatif semakin banyak dan saya semakin resah, karena anak-anak mengalami krisis idola dan panutan.

Panutan yang ada dan konten yang tersedia, hanya itu-itu saja. Dan inilah alasan kenapa saya gemas dengan orang yang cuma cerita soal cinta. Inilah kenapa seharusnya kita semua bercerita. Inilah kenapa kita semua harusnya membanjiri sosmed kita dengan karya.

Semua keresahan ini, saya tumpahkan di episode Podcast Subjective terbaru.

Saya bercerita tentang riuhnya dunia Youtube, konten negatif vs konten positif, dan memperluas definisi keren untuk anak muda.

Dengarkan di Soundcloud, iTunes, atau download dan jadikan podcast ini teman ngobrol di jalan.

Join me, and you will listen to my subjectivity.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.