Hay Kak Iqbal. Makasih buat podcast-podcastnya yang menggugah banget buat jadi temen begadang ngerjain proposal. Kak, adakah rekomendasi bacaan buat anak SMA seperti saya yang masih memerlukan banyak penerangan tentang hidup sesudah masa abu-abu ini? Makasih. Ditunggu episode-episode podcastnya yang lain.

Halo @jurnalgee,

Terima kasih sudah mendengarkan Podcast Subjective, semoga jadi teman begadang yang bermanfaat 🙂

Sejujurnya saya bingung jika diminta merekomendasikan buku yang perlu dibaca saat SMA. Alasannya, karena dari pengalaman saya, semua buku yang saya baca memberikan pencerahan yang berbeda-beda. Dan tentu saja, setiap orang akan mendapatkan pencerahan yang juga berbeda-beda meskipun membaca buku yang sama.

Karenanya, saya menyarankan untuk baca buku sebanyak-banyaknya.

Tapi ada 3 buku yang saya baca saat SMA dan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam mengubah sudut pandang saya dalam melihat dunia. Tiga buku ini, saya rekomendasikan untuk dibaca:


1. Radikal Itu Menjual – Joseph Heath & Andrew Potter

image

Buku berjudul asli The Rebel Sell  ini salah satu buku paling berpengaruh yang pernah saya baca. Saya baca buku ini waktu kelas 1 SMA, hasil pinjam dari sahabat saya, @alifindra-dotcom​.

Ide utama buku ini bercerita tentang budaya konsumerisme; menjelaskan bagaimana fenomena anti-mainstream mendorong budaya konsumsi di seluruh dunia. Tapi berbagai studi kasus yang dibahas justru meliputi banyak sekali bahasan dan membentuk pemahaman saya pada banyak isu; ekonomi, sosial politik, psikologi, hingga branding dan industri hiburan.

Membaca buku ini di kelas 1 SMA membentuk mindset yang baik untuk saya memahami bagaimana dunia ini bekerja. Saya jadi paham mengapa Che Guevara selalu jadi ikon perubahan, mengapa Iwan Fals laku sebagai simbol perlawanan, dan mengapa indie artist selalu berhasil menemukan pasarnya.

Semua karena radikal itu menjual.

2. Sang Pemimpi – Andrea Hirata

image

Andrea Hirata adalah salah satu penulis sastra favorit saya sepanjang masa. Keempat buku Tetralogi Laskar Pelangi jadi novel terbaik yang saya punya di lemari, dan masing-masing buku punya karakter kuat yang membuatnya unik sebagai karya sastra.

Jika harus memilih novel mana yang paling berpengaruh, maka saya akan memilih Sang Pemimpi. Sang Pemimpi saya baca semasa SMA, literally sepanjang SMA. Cerita Ikal dan Arai menjadi semacam cerminan yang saya temukan setiap hari semasa sekolah; tentang nakalnya anak SMA, membanggakan orang tua, guru yang menginspirasi, hingga perjuangan mengejar prestasi.

Sang Pemimpi adalah salah satu koleksi buku dengan kondisi terburuk yang saya punya; karena saya benar-benar membacanya ratusan kali. Covernya sudah lepas dan penuh solatip di sana sini, tapi ini salah satu buku terbaik yang saya miliki.

Dulu ada masanya saya sampai bisa menuliskan ulang naskah novelnya. Dan semua spirit positif tentang perjuangan anak muda menemani saya selama masa SMA.

3. Kopi Merah Putih – Indonesia Anonymous

image

Jika ditanya buku seperti apa yang ingin saya tulis, maka buku ini adalah jawabannya.

Kopi Merah Putih awalnya adalah buku yang tidak sengaja saya temukan di toko buku. Saya lupa buku bekas atau buku baru, yang jelas sejak awal melihat covernya, saya tahu buku ini akan jadi bacaan yang sangat menarik.

Kopi Merah Putih membahas berbagai isu nasional seperti pemilu, korupsi, kesehatan, dan pendidikan dengan cara penyampaian yang sangat ringan. Rasanya benar-benar seperti ngopi bareng dengan penulisnya sambil beropini sok pintar ala obrolan warung kopi.

Sejak lama, saya sangat ingin mendiskusikan berbagai hal berat dengan cara yang ringan, dan buku ini menunjukkan caranya.

Dan satu hal yang juga baru saya sadari sekarang, buku ini juga jadi salah satu acuan saya dalam menciptakan Podcast Subjective.


Itu dia 3 buku yang saya baca semasa SMA. Semoga bisa jadi rekomendasi buku yang memberikan pencerahan dan pemahaman yang baik.

Salam kreatif!

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.