To Be Ready

Sehabis menonton 500 Days of Summer, ada satu kutipan yang nempel banget di pikiran saya.

Kutipan itu, terjadi dalam obrolan antara Tom yang diperankan Gordon-Levitt dan Summer yang diperankan Zoey Deschanel – artis favorit yang masya-allah-cantik banget-matanya. Saya pernah lihat Zoey di beberapa film, tapi di film ini saya baru sadar, yang bikin dia cantik banget adalah matanya. 

Sampai-sampai ada akun lawak di Tumblr: @guyswithzooeyes​ yang didekasikan untuk menempelkan mata Zoey di banyak muka artis lainnya.

Obrolan itu terjadi saat Tom menanyakan apa yang terjadi dengan hubungan Summer sebelumnya yang gagal dan tidak berlanjut.

“What happened? Why didn’t they work out?”

Jawabannya, menampar dan membuat saya berpikir sejenak.

image

“What always happens. Life”


Konteks obrolan tadi mungkin tentang hubungan. Tapi jawaban Summer, adalah jawaban sederhana untuk banyak mozaik kehidupan.

Dalam banyak titik di kehidupan kita, ada hal-hal yang berubah begitu saja. Tidak ada rencana, tidak ada tanda-tanda, tapi kehidupan terjadi dan perubahan harus dialami.

Boom. Just like that.

Kitanya sih mungkin ga pernah kepikiran untuk menjalaninya. Kita mungkin punya bayangan yang berbeda. Kita mungkin sudah menggambar peta dan menuliskan rencana; tapi kehidupan datang dan kita harus menerima.

Dulu, atau bahkan mungkin sampai sekarang, saya masih sering percaya bahwa hidup itu bentuknya lurus-lurus saja. Tapi semakin dewasa, semakin banyak bertemu masalah dan orang yang berbeda-beda, ternyata hidup tidak semulus yang saya kira.

image

Saya sudah sering melihat gambar ini sebelumnya. I used to take it as a joke. Turns out, it’s not.

It never was.

Hidup hadir dengan kejutan-kejutan tidak terduga. Sama seperti melakukan perjalanan, kita harus punya rencana. Tapi kita juga harus selalu siap dengan kemungkinan salah jalan, tetiba turun hujan, bertemu jalan buntu, atau tetiba harus berputar dan pindah haluan.

We gotta learn how to pivot.

Saya mungkin sudah lumayan sering cerita di blog/podcast bahwa saya contoh nyata salah jurusan, tapi pemikiran tentang itu tidak ada sebelumnya.

Saya ingat dulu waktu SMA, saya anak olimpiade Biologi.

Saya pikir, saya memang anak biologi. Saya pikir, sains adalah ladang saya untuk berkontribusi. Saat membuka diari semasa SMA (iya saya punya diari), saya pernah punya cita-cita menjadi saintis lab yang menemukan unsur baru. Saya juga pernah bercita-cita menjadi wildlife photographer, jurnalis National Geographic, atau pembawa acara program seperti BBC Wildlife.

Tapi ternyata kehidupan terjadi. Life happens.

I learned. I met people. I changed.

Then, I moved on.


Kita mungkin berharap perubahan terjadi di saat kita siap. Sayangnya, waktu adalah misteri dan kehidupan tidak pernah mau berkompromi.

Saya jadi teringat dialog di film Doctor Strange, sesaat sebelum The Ancient One meninggal dan menitipkan pesan agar Strange bersiap melanjutkan perjuangannya.

Strange mengelak dan berkata, “I’m not ready”.

Jawaban The Ancient One menampar dan jujur apa adanya.

“No one ever is”, katanya sambil memegang tangan Strange. “We don’t get to choose our time”

Kehidupan mungkin terjadi di saat kita siap, tapi lebih sering lagi, kehidupan datang agar kita siap.

Kita tidak pernah bisa memilih kapan waktu yang tepat untuk kita. Tapi percayalah, Tuhan selalu menyiapkan skenario terbaik-Nya.

So next time Life happens and put you in a condition you don’t want, maybe you may want to think it for a while.

Maybe, He wants you to be ready.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.