Selamat Pagi, Kak Iqbal! Salam kenal. Saya baru saja rampung membaca tulisan kakak yang judulnya ‘Kita Lawan dengan Karya’. Bagus banget. Tapi ada yang ingin saya tanyakan atau lebih tepatnya minta saran. Saya suka menulis, meski tulisan saya masih jauh dari bagus. Nmn saya ttp menulis dan berusaha memposting. Hanya saja saya sering merasa apa iya tulisan seperti ini layak, lha kalau saya salah bagaimana, dan ragu2 yg lain. Adakah nasehat?

Thank you. Good to know kalo kamu suka menulis, please keep doing what you are doing!

Saya sering mendapat pertanyaan serupa. Gimana caranya biar ga takut dicemooh? Gimana caranya biar ga minder berkarya? Gimana caranya biar kita ga ragu memposting karya kita?

Jawaban singkatnya: mulai aja dulu.

Jawaban agak panjangnya: ada 3 prinsip yang selalu saya pegang dalam berkarya.

1. First Draft is Always Rubbish

Setiap pekarya selalu memulai dengan karya yang “sampah”. Cek karya siapapun penulis/seniman favorit kamu, mereka selalu memulai dengan karya yang kualitasnya sangat jauh dibandingkan dengan karya yang mereka hasilkan sekarang.

Jadi kalau takut memulai karena takut jelek, ga perlu takut: karena sebenarnya pasti kejadian. Karya pertama kamu pasti “sampah”.

Mengetahui dan menerima bahwa karya pertama saya akan jelek membebaskan diri saya dalam berkarya.

2. Bukan Terbaik, Tapi Lebih Baik

Karena kita selalu mulai dengan karya yang “sampah”, saya selalu menanamkan di mindset bahwa tujuan saya berkarya bukanlah untuk menghasilkan yang terbaik, tapi untuk selalu menghasilkan yang lebih baik.

Kunci dalam berkarya adalah bertumbuh. Simpelnya, tidak apa-apa buat saya membuat sesuatu yang jelek, yang penting saya sudah memulai. Tapi besok, saya harus membuat yang lebih baik dari hari ini. 

3. Satu Orang Saja

Semua karya ada penikmatnya. Bahkan untuk karya-karya aneh yang mungkin bagi sebagian orang tidak masuk akal.

Jadi prinsip saya selalu sama: saya hanya butuh satu orang yang bilang senang dengan karya saya. Cukup satu. Cukup satu orang seperti kamu yang secara tulus bilang bahwa karya saya ada manfaatnya.

Dan saya jadi punya alasan untuk terus berkarya, lagi dan lagi.

Itu 3 prinsip yang saya pegang dalam berkarya. 3 Prinsip ini juga pernah saya ceritakan ketika bercerita pengalaman saya berkarya di Tumblr di acara Social Media Week Jakarta 2016 bareng @mamang-nasiuduk@prawitamutia.

Semoga bermanfaat!


Berikut beberapa tulisan lain saya yang membahas cara berani berkarya:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini:
search previous next tag category expand menu location phone mail time cart zoom edit close