3 Prinsip Saya Dalam Berkarya

Saya sering dapat pertanyaan soal tips berkarya.

Dan saya selalu menjawabnya dengan tiga prinsip dasar yang selalu saya pegang.

Prinsip pertama, first draft is always rubbish.

Setiap pekarya selalu memulai dengan karya yang sampah. Silakan cek karya penulis dan seniman favorit lo. Mereka memulai dengan karya yang kualitasnya jauh dibandingkan dengan karya yang mereka hasilkan sekarang.

Jadi, kalau lo khawatir karya pertama lo akan jelek, ga perlu khawatir karena karya lo DIJAMIN jelek. Karya pertama pasti sampah. Mengetahui dan menerima bahwa karya pertama kita akan jelek membebaskan diri kita dalam berkarya.

Prinsip kedua, bukan yang terbaik, tapi lebih baik.

Karena kita selalu memulai dengan karya yang sampah, saya selalu menanamkan pola pikir bahwa tujuan saya berkarya bukanlah untuk menghasilkan yang terbaik, tetapi untuk selalu menghasilkan yang lebih baik.

Kata Pandji, kunci dalam berkarya adalah bertumbuh.

Sederhananya: tidak apa-apa jika kita membuat sesuatu yang jelek, yang penting kita sudah memulai. Namun, besok kita harus membuat karya yang lebih baik dari hari ini.

Dengan pola pikir ini, kita tidak akan pusing karena satu-satunya yang perlu kita kalahkan adalah karya kita sebelumnya.

Prinsip ketiga: Satu Orang Saja.

Semua karya ada penikmatnya, bahkan karya- karya aneh yang mungkin bagi sebagian orang tidak masuk akal—tetap ada penikmatnya.

Jadi, prinsip saya dalam berkarya selalu sama. Saya hanya butuh satu orang, satu orang aja yang bilang senang dengan karya saya.

Cukup satu orang seperti lo yang bilang karya saya ada manfaatnya. Satu saja penikmat dan itu lebih dari cukup untuk menjadi alasan buat saya terus berkarya.

Karya apapun yang saya buat, saya yakin ga sempurna. Tapi tiga prinsip di atas bikin saya tetap yakin untuk selalu berani ngeluarin karya.

So udah siap tunjukin karya pertama lo?

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.