Behind The Scene – Social Experiment Tuli Kitabisa.com

Sejak lama, Kitabisa.com aktif membuat video untuk menyuarakan Orang Baik Ga Boleh Kalah Berisik.

Salah satunya dengan video social experiment: video dimana kami menguji coba suatu kondisi dan melihat reaksi dari orang-orang yang terlibat.

Salah satu favorit yang pernah kita kerjakan adalah video Social Experiment Tuli ini.

Ide awalnya simpel, datang dari @amanda.gani dan @faniakhamada.

Bagaimana reaksi orang-orang yang bisa mendengar jika kita pertemukan dengan orang-orang tuli, tanpa dia tahu lawan bicara mereka tuli?

Idenya berawal dari interaksi kami dengan teman-teman komunitas Tuli, yang digawangi Surya Sahetapy. FYI, menurut Surya, mereka lebih suka dipanggil Tuli dibanding Tuna Rungu. Alasannya karena Tuna Rungu secara harfiah berarti Pendengaran Yang Rusak,  istilah medis yang secara kultural “memaksa” mereka untuk bisa sama seperti “orang normal”. Sementara Tuli adalah kelompok bahasa isyarat yang memiliki budaya dan komunitas sendiri. Mereka lebih memilih disebut Tuli.

Dari obrolan dengan teman-teman tuli, isu terpenting yang perlu diangkat untuk komunitas Tuli adalah bahwa mereka memiliki bahasa isyarat sebagai cara berkomunikasi. Sementara orang pada umumnya tidak paham bahasa isyarat, sehingga seakan “memaksa” teman-teman tuli untuk berkomunikasi dengan cara lain yang menyulitkan mereka.

Muncullah ide video social experiment ini, yang kami buat dengan gaya santai dan menyenangkan.

Setelah proses persiapan selama 3 minggu, 12 Januari 2018 kami melakukan shooting di kantor.

WhatsApp Image 2018-09-13 at 05.46.30
@amanda.gani sebagai sutradara
WhatsApp Image 2018-01-23 at 10.07.51
Master Shot dengan Eto (kiri) dan Mufi (kanan), salah satu pasangan talent
WhatsApp Image 2018-09-13 at 05.46.29(1)
Proses shooting dengan 2 close up + 1 master shot
WhatsApp Image 2018-09-13 at 05.46.29(2)
@faniakhamada & @desireenasfhia yang menghandle talent dan kerjanya ketawa-ketawa nontonin shooting

Proses shooting berlangsung selama seharian untuk 6 pasangan talent.

Hasilnya sangat membanggakan. Dipublikasikan 29 Januari 2018, video ini sudah mencapai 835.000an views per September 2018, all organic views.

Tapi di luar angka views, kami juga sangat bangga mendapatkan berbagai respon positif yang mengatakan bahwa video ini berhasil membuat mereka lebih peduli dengan teman-teman difabel dan ingin belajar bahasa isyarat.

Dari video ini, kami kembali diingatkan bahwa video bisa menjadi alat yang efektif untuk menyampaikan pesan dan mengangkat kesadaran orang tentang isu tertentu.

Dan per 31 Agustus 2018 kemarin, Kitabisa terpilih sebagai salah satu Youtube Creators For Change Fellow 2018.

WhatsApp Image 2018-08-31 at 10.04.03

Bekerja sama dengan Youtube, saat ini tim Kitabisa sedang kembali bersiap-siap membuat video social experiment lain yang juga akan mengangkat isu yang penting.

Pastikan lo udah subscribe Youtube Kitabisa supaya ga ketinggalan ketika video ini sudah naik.

Dan ingat. Orang Baik Ga Boleh Kalah Berisik!

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.