Dari Netflix Hingga Linkedin: Langganan Konten Berbayar

Dua tahun lalu, saya tidak pernah terpikir membayar untuk berlangganan berbagai layanan dan konten digital.

Kini, saya memiliki cukup banyak paid subscription, baik untuk konten maupun service platform.

Untuk kebutuhan konten, setidaknya saya membayar untuk 5 service.

My Paid Content Subscription

Techinasia.com

November 2018 lalu saya sempat berlangganan dengan harga 10$/bulan. Sebagai pegiat Startup, saya tertarik untuk berlangganan karena sering membaca update dan informasi tentang industri ini dari TIA. Sempat berjalan selama 2 bulan, saya akhirnya memutuskan untuk unsubscribe karena konten yang saya dapatkan ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan saya, dan frekuensi berita eksklusifnya tidak sesuai ekspektasi saya di awal. Dan saya menemukan alternatif yang lebih menarik.

Medium.com Membership

Saya beralih dari TIA ke Medium, berlangganan membership dengan harga 5$/bulan. Secara harga jauh lebih ekonomis, saya bisa dapat unlimited access ke semua artikel di Medium, lengkap dengan opsi konten audio (meski sampai saat ini saya belum pernah menikmati konten audionya). Saya merasa kebutuhan saya akan artikel bergizi terpenuhi karena Medium punya banyak artikel berkualitas di bidang Startup, Technology, Marketing, dan Self Development.

Headspace App

Saat ini, saya juga sedang mempertimbangkan untuk subscribe ke Headspace, aplikasi meditasi yang sudah saya gunakan versi gratisnya 14 hari terakhir. Aplikasi yang awalnya saya coba hanya untuk benchmarking design ini ternyata membuat saya ketagihan. Desain yang clean dan experience yang seamless membuat saya kepincut untuk lanjut mengexplore lebih banyak konten di aplikasi ini. Tapi lumayan mahal, 13$/bulan. Makanya masih dipertimbangkan.

Netflix

House of Cards. Narcos. Black Mirror. Daredevil. Designated Survivor. Tidak kuat sodara-sodara. Dengan Rp 169.000/bulan, saya dan istri menyerah untuk tidak subscribe.

Linkedin Premium

Kebutuhan pengembangan diri dan network sebagai profesional membuat saya memutuskan untuk berlangganan Linkedin Premium. Utamanya agar saya bisa terhubung dengan profesional lain secara lebih luas. Ditambah, saya juga jadi terekspos dengan konten-konten pengembangan diri yang disediakan untuk member premium Linkedin. 60$/bulan.

Skillshare

Barengan dengan teman-teman di kantor, kami berlangganan Skillshare untuk belajar berbagai hal dan skill baru. 

My Paid Service Subscription

Untuk service, setidaknya saya berlangganan ke 4 service.

  • Google One (dulunya Google Apps), yang termasuk Gmail, Google Drive, Google Photos, dan teman-temannya untuk kebutuhan cloud storage dan berbagai file untuk kerjaan.
  • Soundcloud dan Pippa.io untuk hosting podcast.
  • KineVideo untuk mengedit video di smartphone (yang belum saya maksimalkan penggunaannya).

Dan mungkin masih akan terus bertambah lagi.

Perubahan Penting Dua Tahun Terakhir

Dalam dua tahun terakhir, setidaknya ada dua perubahan penting yang membuat saya sebagai user berubah pikiran untuk berlangganan ke berbagai konten dan layanan.

1. Value & Efisiensi

Saya semakin terbuka dalam melihat value dari suatu konten atau layanan. Dulu, rasanya cukup dengan mentalitas gratisan. Selama bisa saya cari versi gratisannya, maka saya tidak perlu mengeluarkan uang untuk versi berbayarnya.

Tapi semakin ke sini, efisiensi menjadi faktor penting yang saya pertimbangkan. Dalam pekerjaan atau kegiatan sehari-hari, waktu banyak saya fokuskan untuk pekerjaan utama. Waktu untuk riset mencari versi gratisan menjadi semakin berkurang, dan ternyata bisa saya outsource ke pihak ketiga untuk memberikan saya pilihan.

Dalam hal ini penyedia konten dan layanan, dengan timbal baliknya, saya bersedia untuk memberikan uang sebagai bayaran.

2. Sistem Pembayaran

Buat saya pribadi, ada satu sistem pembayaran yang mengubah segalanya: Jenius.

Ini bukan endorsement berbayar (meski saya akan senang sekali kalo Jenius mau mengendorse saya), tapi Jenius benar-benar mengubah semuanya. 

Untuk subscribe ke konten dan layanan berbayar, sistem pembayaran paling umum adalah menggunakan credit card. Sebagai orang yang males mengurus sesuatu yang berbau keuangan, saya dari dulu males banget kalo harus bikin credit card.

Nah sejak ada Jenius, saya jadi punya credit card secara otomatis. Saya bisa menggunakan e-card Jenius sebagai credit card dengan sistem kuota (seperti pulsa). Saya hanya perlu mendeposit sejumlah uang ke e-card, dan secara otomatis kartu tersebut bisa digunakan sebagai credit card. Kartu itulah yang saya gunakan untuk membayar semua langganan, hanya dengan aplikasi Jenius.

Digital payment memang kunci yang akan mengubah seluruh permainan industri. Tidak mengherankan sekarang salah satu perang Startup paling berpengaruh adalah perang digital payment: Go-Pay, Ovo, Dana, Jenius, T-Cash, dan masih banyak lagi. Semua berebut untuk menjadi sistem pembayaran nomor satu.

Pegang ucapan saya: the next big thing will be Go-Pay. Ekosistem yang mereka siapkan ga main-main, mencakup semua lini kehidupan kita. Bahkan mereka akan punya Go-Play, streaming content platform alias Netflix mereka sendiri.

Tapi kembali ke bahasan di awal, paid subscription akan segera menjadi bagian dari keseharian kita. Membayar untuk berlangganan konten atau layanan tidak akan menjadi hal aneh lagi.

Dan kehidupan nyata yang disupport layanan maya sudah, dan akan semakin menjadi kebiasaan sehari-hari.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

4 tanggapan untuk “Dari Netflix Hingga Linkedin: Langganan Konten Berbayar”

  1. Gue pribadi ngerasain banget sih sekarang jadi ada pilihan untuk melakukan paid subscription untuk berbagai layanan karena pada dasarnya mereka memberikan ‘sesuatu’ juga atas apa yang udah kita bayar. So far gue baru melakukan hal ini ke layanan hiburan kayak Spotify sama Netflix.

    Awalnya gue pun berpikiran sama. Ah sayang uangnya, selama masih bisa menikmati konten yang gratis, kenapa harus yang berbayar, tapi sekarang lebih terdorong untuk melakukan paid subscription yang makin ke sini berasa udah bukan jadi hal yang aneh lagi ya.

    Sepakat.

    Suka

  2. Ada budget khusus ga bang buat berlangganan yg kayak gitu ? ada rencana buat langganan medium karena artikel premium udah banyak yg di bookmark hahaha.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.