Jangan Dihujat, Silakan Disubscribe

Jadi gini. Terus terang saya agak penasaran dengan algoritma dan perilaku orang-orang di Youtube.

Saya punya dua video yang viewsnya sangat tinggi di channel Youtube saya.

Pertama, video ini.

Kedua, video ini.

Keduanya tidak diniatkan akan rame, tapi ternyata rame.

Video pertama, adalah ketika saya rekaman santai di bandara CGK sepulang dari Bangkok. Saya share pengamatan saya kenapa Jakarta ga bisa jadi hub Asean seperti KL, Singapura, dan Bangkok.

Lalu videonya rame, oleh orang Malaysia yang kebanyakan menghujat Indonesia di kolom komentar. Padahal isinya saya muji-muji Malaysia. Lalu ditambah orang Indonesia yang entah dari mana, yang menghujat balik atau menghujat saya karena dianggap tidak nasionalis. Syulit sekali 😀

Grafik traffic video yang melonjak setelah 3 minggu dipublish

Video satu lagi, yang lebih lama, adalah video waktu saya diundang PPI Malaysia ke Penang. Di perjalanan pulang ke bandara, saya ngobrol di mobil sama Syafiq yang waktu itu kuliah di KL. Saya ngobrolin tentang pendidikan di Malaysia, yang sebagian besar isinya, juga memuji Malaysia karena fasilitasnya yang unggul dengan sistem yang didukung pemerintah. Tapi isi komentarnya juga ramai oleh orang Malaysia yang juga menghujat saya, haha.

Saya kesal karena notif banjir terus dengan komentar yang tidak mengenakkan. Tapi saya juga males nanggepinnya karena hampir semua komentarnya ngaco, out of context dari omongan saya di video.

Nah sekarang sih saya sudah ga kesal. Tapi lebih ke penasaran aja.

Kok bisa ya video saya yang subscribernya di bawah 500 (waktu itu) bisa ditonton >40.000 secara organik?

Kok bisa videonya ditonton orang yang pada dasarnya bukan audience saya?

Kok bisa orang-orang komentar kasar ke orang yang tidak dikenal?

Kok bisa orang-orang super niat untuk komentar panjang, dilengkapi dengan data dan link, hanya untuk menghujat saya yang tidak dikenal tapi beda pendapatnya?

Sebagaian pertanyaan saya di atas, sudah terjawab. Misalnya karena algoritma Youtube salah satunya memang akan mempromosikan video dengan SEO yang bagus. Gampangnya jika keyword video saya tepat, makan video saya akan direkomendasikan ke penonton yang menurut Youtube cocok dengan keyword tersebut. Dalam kasus saya, mungkin keyword itu adalah Malaysia.

Tapi sebagian lainnya, saya masih bingung jawabannya. Sepanjang pengalaman saya menjadi content creator (yang juga ga gede2 banget sih sebenarnya), Youtube adalah tempat dengan komentar paling kasar yang pernah saya terima. Dan terus terang, saya masih bingung kenapa. Mungkin salah satunya karena audience Youtube spektrum profil umurnya bisa sangat luas, jadi orang-orang yang belum punya kedewasaan berpikir dan bersosialisasi pun bisa ada di sana. Mungkin.

Tapi apapun itu, tahun ini saya akan lebih banyak bikin konten di Youtube. Saya sudah mulai bisa edit sendiri di hape, jadi semoga lebih banyak ide yang bisa saya bagi lewat video.

Jangan dihujat, silakan disubscribe 😀

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.