Pilpres 2019 Ga Seru

Kerasa ga sih Pilpres tahun ini ga seru?

View this post on Instagram

Kerasa ga sih Pilpres tahun ini ga seru? Bukan cuma karena banyak berantemnya, tapi lebih ke pembawaan kampanye nya Coba deh inget-inget 5 tahun lalu, Pilpres 2014 tuh rame dan seru. Festivenya berasa, dan serunya datang dari dua kubu Kampanye kreatifnya banyak datang dari relawan muda dan outputnya beragam. Gue inget 2014 tuh ada game online, komik, konser musik, video-video kocak Rame lah, kampanye 2014 terasa jauh lebih seru dan positif Tahun ini? Rame sih, tapi susah nyari bagian yang seru, yang kerasa cuma berantemnya mulu. Susah juga nemuin debat menarik, karena seringnya yang diramein hal-hal ga penting Apakah karena 5 tahun lalu keduanya penantang baru? Bisa jadi. Tapi yang juga kerasa, di pilpres ini kedua pemain banyak kompromi dan main aman Ga perlu kaget kalo angka golput di Pilpres ini melonjak dari lima tahun lalu. Abis sulit banget pilihannya, ga ada yang menarik Setuju dengan @pandji.pragiwaksono, Pak Prabowo ga bisa memberikan alasan yang kuat kenapa harus pilih dia. Sedangkan Pak Jokowi juga lama-lama bikin males, banyak hal yang ga sreg dan kompromi yang jadi membuat orang mempertanyakan, ini Pak Jokowi masih bisa ga sih dipercaya? Dan kampanye timses kedua kubu perilakunya sama aja. Kalo buat saya, 01 norak, 02 kampungan. Dan keduanya malah fokus supaya orang ga piih lawannya, bukan fokus supaya orang pilih dia Masih 2 bulan lagi nih, yuk lah adain dong kejutan yang bikin pilpres seru Setuju?

A post shared by Iqbal Hariadi (@iqbalhape) on

Bukan cuma karena banyak berantemnya, tapi lebih ke pembawaan kampanyenya.

Coba deh inget-inget 5 tahun lalu, Pilpres 2014 tuh rame dan seru.

Festivenya berasa, dan serunya datang dari dua kubu. Kampanye kreatifnya banyak datang dari relawan muda dan outputnya beragam. Gue inget 2014 tuh ada game online, komik, konser musik, video-video kocak.

Game Online Jokowi JK
Video Sahabat Prabowo

Rame lah, kampanye 2014 terasa jauh lebih seru dan positif.

Tahun ini? Rame sih, tapi susah nyari bagian yang seru, yang kerasa cuma berantemnya mulu. Udah gitu, susah banget nemuin debat yang menarik, karena seringnya cuma berantem dan ramein hal-hal ga penting.

Saya sih ga akan kaget kalo angka golput di Pilpres ini melonjak dari lima tahun lalu. Abis sulit banget pilihannya, ga ada yang menarik. Buat saya, Pak Prabowo ga bisa memberikan alasan yang kuat kenapa harus pilih dia. Sedangkan Pak Jokowi juga lama-lama bikin males, banyak hal yang ga sreg dan kompromi yang jadi membuat saya mempertanyakan, ini Pak Jokowi masih bisa ga sih dipercaya?

Gue mencoba menganalisa, dan setidaknya ada 3 alasan kenapa Pilpres kali ini jadinya ga terlalu seru.

Pragmatis, Yang Penting Menang

Pertama, adalah kampanye timses yang sangat pragmatis. Apa aja dilakukan, yang penting menang.

Dan kedua kubu perilakunya sama aja. Kalo buat saya, 01 norak, 02 kampungan. Keduanya malah fokus supaya orang ga pilih lawannya, bukan fokus supaya orang pilih dia.

Mungkin salah satu alasan yang lebih mendasar lagi adalah karena lima tahun lalu, keduanya penantang baru. Jadi mungkin lebih berani dan membawa gagasan.

Sementara pilpres tahun ini kedua pemain terlalu banyak kompromi dan main aman. Pemilihan wakil aja sangat terlihat politis (meski sah sah saja sebenarnya). Tapi ya begitulah permainan tahun ini. 

Menjual Ketakutan, Bukan Harapan

Ini masih terkait dengan poin pertama. Di pilpres ini, kedua kubu fokusnya menjual ketakutan, bukan harapan.

01 menjual ketakutan kalo Indonesia akan jadi negara syariah, kembali ke Orba, dipimpin diktator. 02 menjual ketakutan kalo Indonesia akan jadi negara liberal di bawah Jokowi, dipimpin orang PKI, ga bisa sholat, dan sebagainya. Wah pokoknya berbagai isu ga enak tentang kalo mereka jadi presiden berhembus di dua sisi.

Sementara seharusnya, keduanya menjual apa yang akan dilakukan jika mereka menang. Apa harapan yang mereka bawa jika mereka memenangkan pertarungan. Tapi saya hampir tidak pernah mendengar jawabannya selama kampanye.

Buzzer Yang Berisik

Nah ini juga faktor super penting yang sering malah jadi blunder buat kedua calon presiden: buzzer.

Buzzer di tahun ini berisiiik banget dan kerjanya bukannya mempromosikan calon yang diusungnya, malah seringnya bikin blunder dengan menjelek-jelekkan lawannya. Di pilpres ini, rekor buat saya pribadi sudah ngeblock +20 akun buzzer di twitter karena berisik dan mengganggu timeline saya dengan ujaran kebencian yang tidak berdasar.


Nah sekarang pertanyaannya, jadinya saya pilih siapa?

Sejujurnya, ini pertanyaan yang sampai hari ini, 17 hari menuju pemilihan, belum bisa saya jawab.

Saya masih menunggu ada informasi lain dari kedua calon, terutama soal program kerja, yang bisa meyakinkan saya untuk memilih mereka.

Sampai saat itu tiba, saya belum memilih siapa-siapa.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.