2019: Tahunnya Podcast Masuk Fase Industri di Indonesia

Sabtu kemarin hari yang menyenangkan buat saya.

Seharian full, agenda saya dipenuhi berbagai agenda terkait Podcast, yang bikin saya makin optimis 2019 akan jadi tahunnya Podcast di Indonesia.

Kelas Podcast bareng Kaskus

Di pagi hari, saya diundang Kaskus Podcast untuk berbagi di kelas Podcast. Membahas tentang monetization, bagaimana menghasilkan uang dari Podcast.

Kelas Podcast adalah program dari Kaskus Podcast yang sudah berjalan sejak sebulan yang lalu, dan kemarin adalah kelas ke 4 alias kelas terakhir. Sebelumnya tiap minggu, ada berbagai bahasan pemula mulai dari production, post-production, hingga monetization.

Di kelas terakhir, saya hadir berbagi untuk menjawab pertanyaan apakah Podcast bisa menghasilkan uang? Dan jika iya, bagaimana caranya?

Saya berbagi panggung dengan Tio (Box2Box) dan Randy (Podcast Retropus). Juga ketemu Pangeran Siahaan dan Iyan Lawrence (MaknaTalks) yang sharing di sesi berikutnya. Kita bicara banyak hal tentang tren Podcast sebagai industri hingga teknis seperti menentukan ratecard (meski yang ini rahasia tentunya).

Beberapa highlight penting obrolan kita:

  1. Podcast akan masuk fase industri di tahun ini (2019). Brands dan agency sudah mulai akan memperhitungkan podcast sebagai medium untuk memasarkan product / service mereka. Diantara indikatornya adalah nama-nama besar dari Youtube yang sudah masuk ke skena Podcast, seperti Raditya Dika dan Gita Savitri yang otomatis akan memberi sinyal serius ke pelaku industri.
  2. Ada banyak cara monetisasi Podcast. Secara umum dibagi dua, (1) di dalam konten dengan beriklan berupa ad lips atau dalam obrolan, atau (2) di luar konten, dengan berjualan merchandise, buat event berbayar, menjadi pembicara, atau cara lainnya.
  3. Pricing dan rate card belum ada standarnya. Karena baru akan memasuki fase industri, jadi memang belum ada patokan untuk memberikan pricing dalam podcast di Indonesia. Bareng-bareng, dinamika kita para podcaster dan para pengiklan yang akan secara kolektif menentukan standar industri dalam 2-3 tahun ke depan.
  4. Monetisasi sangat bergantung pada ukuran dan branding Podcast. Sebagaimana medium / platform lain, brands akan percaya untuk beriklan ke Podcast yang memiliki satu diantara dua hal: (1) basis massa pendengar yang besar, atau (2) basis massa pendengar yang segmennya spesifik dan relevan dengan brand mereka. Simpelnya, kalo lo pengen ada brand yang beriklan di Podcast lo, caranya antara besarkan followers/listeners lo, atau buat branding podcast yang kuat sehingga followers/listeners lo menjadi segmen yang spesifik.

Obrolan lengkapnya bisa ditonton di channel Youtube saya, bisa ditonton di bawah.

Rekaman di Studio Kaskus

Selesai acara, saya minta ijin pinjam studio Kaskus untuk rekaman bareng Aninta, editor penerbit YOI Books (part of Elex Media) yang juga punya Podcast Nguping Redaksi. Sebelumnya saya ngobrol dengan Aninta tentang industri buku di Podcast Subjective, dan kemarin gantian saya yang ngobrol di Podcastnya.

Thanks Kaskus pinjaman studionya!

Kami ngobrol tentang @biologeek, salah satu karya saya bareng teman saya Akmal yang juga sedang dalam proses penerbitan buku pertama kami bareng Elex Media. Di obrolan ini kami cerita juga tentang visi kami mempopulerkan sains lewat konten kreatif dan proses kami dalam pembuatan buku.

Workshop: How to Create Impactful Podcast

Dari sana, saya meluncur lanjut ke kantor Kemenkominfo, tempat acara #InfluencersForChange, yang diadakan oleh Campaign.com dan Search For Common Ground (NGO yang berfokus pada edukasi toleransi dan penyelesaian konflik. Program ini mengumpulkan anak-anak muda dari berbagai kota untuk “dikader” menjadi content creator yang menyebarkan konten toleransi dengan berbagai platform.

Salah satunya, dengan membuat Podcast. Saya mengisi pelatihan A-Z dalam membuat Podcast, dan super happy dengan antusiasme mereka dalam membuat Podcast.

Materi saya disiarkan melalui Facebook Live Campaign.com, dan ada rekamannya juga. Saya cerita lengkap tentang Podcast, dari tren Podcast itu sendiri, pengalaman saya di Podcast Subjective, dan semua hal teknis untuk orang yang baru mau bikin Podcast.

Buat teman-teman yang baru ingin memulai Podcast dan ingin tahu panduan dari pengalaman saya, bisa tonton video sharing saya di akun Facebook Campaign. Durasinya satu jam, termasuk tanya jawab dari peserta yang cukup mewakili FAQ tentang Podcast. Berikut linknya.

Selesai dari sana, saya mampir dulu leyeh-leyeh di sebuah tempat makan sembari menunggu jalanan yang macet oleh rombongan kampanye di GBK mulai terurai­čśä.


Dari agenda padat di hari itu, saya sadar bahwa tahun ini adalah tahun penting untuk skena Podcast di Indonesia. Saya optimis banget tahun ini podcast akan masuk ke ranah mainstream, dan mulai bertumbuh jadi ekosistem yang bisa jadi tempat untuk orang-orang bisa hidup dari podcastnya.

Mari kita lihat perkembangannya.

Hidup Podcast Indonesia!


Note: dengerin Podcast Subjective di Spotify, Soundcloud, atau podcast platform lainnya.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

3 tanggapan untuk “2019: Tahunnya Podcast Masuk Fase Industri di Indonesia”

  1. bang mau nanya ,

    apakah semua aplikasi audio bisa dibuat podcast contohnya soundcloud.
    dan apakah semua aplikasi audio itu bisa dimonetize.

    anchor.fm, soundcloud, spotify, apple.podcasts?

    terima kasih

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.