Buat Lo Politisi Muda: Terima Kasih

Buat teman-teman gue anak-anak muda. Terutama, lo yang berani terjun ke politik.

Konten ini gue bikin buat lo.

Besok udah 17 April 2019, Hari Pemilu. Secara momentum, konten ini mungkin telat. Tapi gue tetap merasa penting untuk ngomongin ini.

Pekan kemarin, dalam obrolan dengan teman gue di sebuah perjalanan, kita bicara tentang kontestasi politik tahun ini. Pembicaraan politik banyak habis untuk ngomongin Pilpres, tapi sebenarnya ada pemilihan legislatif yang juga jalan.

Dan gue baru sadar satu hal, ada banyak anak-anak muda, seumuran gue dan lo, yang tahun ini, memilih masuk ke dunia politik.

Mereka-mereka yang maju sebagai calon legislatif di DPR, DPD, atau DPRD. Anak-anak muda.

Secara angka, ada 7.896 caleg yang terdaftar di pemilu 2019 ini. 878 diantaranya, berusia di bawah 30 tahun. Atau sama dengan 11%, 11% nya adalah anak muda, kayak lo dan gue.

Ada yang bilang kalo berusia di bawah 40 tahun masih bisa dihitung muda. Yaa boleh aja sih, tapi ayo sepakati. Muda yang benar-benar muda, adalah yang di bawah 30 tahun.

Buat teman-teman gue, para politisi muda, gue angkat topi buat lo

Gue bukan voter yang memilih pemimpin dengan patokan usia, atau hanya karena dia muda.

Buat gue, muda bukan garansi inovasi, sama seperti usia tua bukan jaminan kebijaksanaan

Tapi gue baru sadar betapa gue harus berterima kasih dan respect gue buat lo, teman2 politisi muda. Setidaknya karena tiga alasan.

(1) Lo sadar tidak ada jalan populis dalam politik. Ga ada. Ketika lo, anak-anak muda memutuskan masuk ke dunia politik, gue yakin banget lo udah siap buat kotor, to get your hands dirty. Lo udah siap buat nyemplung ke kolam yang ga bersih.

Lo udah siap buat dihujat sana sini, dihajar ke sana kemari, lo udah siap diremehin politisi senior, dibilang bego sama netizen, dibilang sotoy sama masyarakat. Dari partai apapun lo masuk, lo udah sadar dan siap dibully.

Gue yakin lo tau ini bukan cara jadi populer yang menyenangkan, karena kalo cari yang menyenangkan, lo bisa jadi yang lain. Gue nih ya, gue sih ga bisa bayangin jadi politisi. Gue mah populis, pengennya nyenengin semua orang, gamau gue dihujat dan dibully.

Tapi lo memutuskan tetep mau masuk ke dunia politik. Dan untuk itu, gue angkat topi buat lo.

(2) Lo punya pilihan. Gue kenal beberapa dari lo, dan gue tau lo sebelumnya punya tempat bekerja yang menyenangkan. Sebagian besar dari lo yang gue kenal, pernah kuliah S2 di Amerika / Eropa. Pernah kerja di firma ternama, gaji gede, atau mungkin punya bisnis yang udah ada duitnya.

Kalo lo mau cari duit yang menyenangkan, lo punya banyak pilihan. Tapi lo memilih untuk mengabdikan diri masuk politik.

Lo juga bisa aja milih untuk, ya jadi anak muda aja. Cari duit, ngabisin waktu di tongkrongan, seru-seruan. Kalo lo mau, lo bisa pilih itu. Tapi lo lebih pilih ngabisin waktu lo nongkrong sama warga, yang kalo buat gue, nongkrong karang taruna buat ketemu warga aja gue males. Jadi panitia 17an aja kalo udah sama warga, gue ogah.

Tapi lo memutuskan tetep mau masuk ke dunia politik. Dan untuk itu, respect gue buat lo.

(3) Dunia politik butuh perubahan. Dan ga akan ada yang berubah kalo legislatif kita gitu-gitu aja. Yang ngisi orang tua, senior2 aja.

Menurut gue ga ada jaminan politisi muda pasti menghasilkan gagasan yang wow, tapi gue bisa jamin kalo ada banyak anak muda di parlemen, dinamika DPR/DPRD/DPD pasti berubah. Pasti lebih banyak dialektika, lebih banyak benturan gagasan, dan pada akhirnya lebih banyak solusi yang keluar dan demokrasi yang lebih matang.

Dan dengan lo memutuskan masuk ke dunia politik, gue optimis dunia politik kita bakal berubah jadi lebih baik.


3 alasan itu, adalah kenapa gue bikin konten ini. Gue – anak muda biasa yang lebih memilih main aman, punya pekerjaan yang santai, dan tetap seru-seruan sebagai anak muda, pengen kasih tau betapa gue berterima kasih buat lo semua, para politisi muda.

Makasih udah berani ambil resiko dan tanggung jawab karir yang gede buat orang banyak. Besok, gue akan pilih salah satu dari lo. Bukan cuma karena muda, tapi karena lo muda dan gue percaya lo punya kompetensi.

Terima kasih karena bikin politik Indonesia ke depan akan lebih berwarna.

Salam perubahan dari gue, anak muda Indonesia.


Dengarkan juga versi audio di Podcast Subjective.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.