Pengalaman Apply Visa Amerika Hanya Dalam 2 Minggu

Maret kemarin, saya mencoret salah satu ceklis besar dalam hidup saya: travel ke Amerika Serikat!

Saya berkesempatan travel ke Amerika dalam rangka konferensi bisnis, dan tentu saja dilengkapi sedikit jalan-jalan yang akan saya ceritakan di postingan lain. Di tulisan ini, saya ingin berbagi tentang drama yang terjadi sebelumnya: Mengurus Visa.

Golden Gate Bridge, San Fransisco

Disclaimer: tulisan ini sudah saya tulis selengkap-lengkapnya. Untuk hal teknis, silakan baca link yang saya lampirkan di paling bawah, dan semua yang bisa saya bagikan sudah saya tulis di sini.

Untuk pertanyaan di luar pengalaman yang saya tulis, saya tidak tahu jawabannya. Silakan tanyakan ke embassy atau sumber lain.


Kenapa saya bilang drama? Karena saya mendapat kabar berangkat ke Amerika 2 minggu sebelum hari H acara! Artinya saya hanya punya waktu kurang dari 10 hari kerja untuk mengurus dan mendapatkan visa Amerika!

Hasil akhirnya tentu saja berhasil dimana saya mendapatkan passport yang sudah approved dengan visa 2 HARI sebelum keberangkatan. Setelah dapat visa itu juga baru beli tiket pesawat. Ngeri ngeri sedap memang.

Nah, di tulisan ini, saya ingin berbagi catatan penting bagaimana saya bisa berhasil mendapatkan Visa tepat waktu, dengan tujuan semoga bisa membantu teman-teman yang juga mengurus visa US di masa depan.

Saya hanya akan share poin-poin fundamentalnya saja, tidak sampai detil. Untuk detilnya, saya akan lampirkan juga tautan ke website atau blog lain yang membahas hal tersebut.

Background

Ada berbagai jenis visa Amerika, dan tiap visa memiliki persyaratan dan kriteria yang berbeda-beda. Dokumen dan hal yang perlu kita siapkan sangat bergantung pada jenisnya. Karenanya saya merasa penting untuk saya share background perjalanan saya, supaya kamu yang berniat apply visa US dan membaca ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya.

Background perjalanan saya:

  • Saya ke Amerika, tepatnya ke San Fransisco, untuk menghadiri annual meeting Techsoup Global, sebuah organisasi dimana kantor saya (Kitabisa.com) menjadi salah satu jaringannya.
  • Perjalanan saya dibiayai oleh penyelenggara, dan saya berencana stay di sana selama 5 hari, 3 hari untuk konferensi + 2 hari tambahan untuk santai dan jalan-jalan.
  • Saya belum pernah ke Amerika sebelumnya.

Dengan background tersebut, saya apply visa B1/B2 (Kunjungan Bisnis dan Wisata).

Sesudah mengetahui jenis visa yang harus saya apply, saya mencari tahu dan mulai menyiapkan dokumen-dokumen yang diperlukan.

Proses

Dari pengalaman saya, ada dua alasan mengapa tahap menyiapkan dokumen sangat penting dan krusial. (1) Karena banyak isian form yang bergantung pada dokumen-dokumen ini. Contohnya point of contact di US, surat resmi undangan dari penyelenggara, dan bookingan hotel (untuk menunjukkan akan tinggal dimana). Jadi memang dokumen-dokumen ini harus ada dulu, baru formnya bisa diisi.

Lalu ke (2), karena kita hanya bisa mendapatkan jadwal wawancara hanya setelah selesai mengisi form tersebut, sehingga tiap dokumen dan isian saling terkait: kita tidak bisa berprogress ke isian berikutnya jika yang satu belum selesai.

Kurang lebih urutannya:

  • Mengisi form (nama formnya DS 160)
  • Membayar biaya visa
  • Menentukan jadwal wawancara
  • Datang wawancara ke US Embassy
  • Visa approved

Karena waktunya super mepet, saya berkejaran dengan waktu. Saya membaca berbagai blog untuk mempelajari cara mengisi form yang benar dan dokumen yang harus disiapkan.

Dokumen

Dengan background di atas, dokumen penting yang harus disiapkan

  • Surat undangan resmi dari penyelenggara, yang menyebutkan detil nama lengkap dan menyebutkan akan menanggung biaya perjalanan (jika memang ditanggung oleh penyelenggara)
  • Surat keterangan dari kantor yang menerangkan benar kita mewakili kantor, jabatan, dan gaji dalam USD.
  • Passport lama jika ada
  • Foto 5×5 background putih dan difoto dalam 2 bulan terakhir

Mungkin ada beberapa dokumen lain yang diperlukan. Pastikan kamu membaca baik-baik apa saja dokumen yang diperlukan.

Nah dalam menyiapkan dokumen-dokumen ini, saya kalang kabut karena saya orangnya sangat teledor dalam hal perdokumenan, dan saya harus menghubungi banyak pihak. Sebagian besar dokumen yang harus saya siapkan sangat bergantung pada orang lain.

Untuk surat keterangan dari kantor misalnya, masih cukup aman karena saya tinggal minta ke tim HR&GA saya (Terima kasih Acel Beka dan tim!). Nah untuk surat undangan resmi, kontak di US, dll. saya agak stress karena harus kontak tim yang di US, dan dilempar ke sana sini! Selain itu perbedaan zona waktu juga bikin lama menunggu: saya email pagi ini, baru direspon sore: saya respon sore, baru direspon besok paginya lagi!

Haha saya ga bisa nyalahin mereka juga karena toh memang saya yang dadakan. Jadi yaa dijalanin aja sambil deg-degan.

Akhirnya setelah jalan hampir lima hari tektokan, saya bisa mensubmit aplikasi dan menentukan jadwal interview. Saya akhirnya dapat jadwal interview di tanggal 12 Maret 2019. 5 hari sebelum hari keberangkatan.

Membayar dan Menentukan Jadwal Interview

Setelah submit, kita akan mendapatkan slip untuk membayar biaya visa, judulnya Cash Deposit & Electronic Funds Transfer. Biaya yang harus dibayarkan sebesar Rp 2,320,000. Kita akan mendapatkan nomor virtual account rekening CIMB Niaga atas nama kita.

Berikut lembarannya

Selain itu kita juga akan mendapatkan lembaran konfirmasi isian yang harus dibawa saat interview, seperti ini.

Interview

Setelah dapat jadwal interview, saya print semua dokumen yang dibutuhkan, dan mulai baca-baca pengalaman orang interview untuk US Visa.

Ternyata pengalaman orang sangat beragam, dan kesimpulan setelah membaca: interview US Visa sangatlah random. Tidak ada yang tahu pasti apa hasilnya, dan hanya bisa ditentukan di loket interview itu. Sungguh bikin deg-degan sekali, apalagi buat saya yang mepet sekali apply Visanya.

Di Hari H, inilah pengalaman pertama kali ke US Embassy. Lokasinya di Jalan Medan Merdeka, di samping monas. Kalo anda lewat Medan Merdeka di hari kerja, lalu melihat ada puluhan orang antri di pinggir jalan, nah itu dia kedutaan amerika.

Jadi di luar US Embassy, kita harus antri di trotoar yang ada tendanya. Pastikan kamu hadir 30 menit sebelum jadwal yang ditentukan sebelumnya. Saya dapat jadwal jam 9.30, jadi saya hadir jam 9. Jangan datang kepagian, karena nanti akan menunggu lama sekali di pinggir jalan.

Jam 9, orang-orang yang dapat jadwal 9.30 mulai dipanggil untuk antri di trotoar berikutnya. Masih antri panjang, belum masuk ruangan. Masing-masing orang diperiksa namanya dan ditandai barangnya. Oh satu catatan, JANGAN TELAT. Tidak ada toleransi, selama antri tersebut, saya lihat 3 orang diusir karena terlambat meski sudah mengemis-ngemis ke satpamnya.

Akhirnya jam 9.30 kami mulai masuk ke dalam. Di dalam ruangan transit, kita diminta mengeluarkan semua barang elektronik: handphone, tas, kunci harus dititip. Yang boleh dibawa masuk hanya dokumen dan tas kecil. Jadi saran saya bawa sedikit barang saja, jangan bawa tas gede karena hanya akan merepotkan diri sendiri. Buku dibolehkan untuk dibawa, in case Anda ga mau mati gaya di dalam.

Barulah kita masuk ke dalam ruangan Embassy. Ada satu ruangan besar, berisi deretan loket. Jadi bentuknya seperti kita ke bank, kalau saya tak salah ingat ada 10 loket, dan di depan loket deretan kursi untuk menunggu. Ada layar yang menunjukkan nomor antrian dan loket yang harus dituju, ada dispenser untuk air minum gratis (in case anda haus), dan ada toilet (in case abis minum anda beser).

Ketika masuk, berikut urutan event yang akan terjadi

  • Kita akan diberikan nomor antrian loket
  • Kita akan diminta duduk di deretan kursi pertama, lalu diminta mengeluarkan dokumen Paspor dan Foto 5×5. Di momen inilah saya kesambet petir karena mba nya bertanya, “Passport lamanya ada?”, dan saya baru sadar bahwa saya ga bawa passport lama. Akhirnya saya spontan jawab, “Ga ada mba”, dan sepanjang event berikutnya saya deg-degan berkepanjangan. Passport dan foto kita hanya dirapikan dan kita dipersilakan untuk menunggu.
  • Kita dipanggil ke loket 1 atau 2 untuk menyerahkan lembar konfirmasi aplikasi Visa dan foto 5×5. Setelah itu diminta duduk kembali.
  • Kita dipanggil lagi ke loket 3 atau 4 untuk scan sidik jari. Prosesnya maksimal 5 menit, sambil scan akan ditanya-tanya dikit dan jawab saja secara santai.
  • Kita akan duduk lagi di kursi untuk menunggu antrian interview yang sebenarnya. Di sinilah iman kita sebagai rakyat Indonesia diuji, karena selama menunggu ini kita bisa melihat dan mendengar secara samar orang-orang diinterview di loket. Ya betul, jadi proses interviewnya dilakukan di loket.
  • Tadinya saya juga berpikir interviewnya di ruangan, tapi dilakukan di loket. Jadi bayangkan kalian lagi antri di bank, lalu kalian duduk di kursi dan bisa melihat dan mendengarkan secara samar transaksi yang lagi dilakukan oleh nasabah sebelumnya. Begitulah pengalaman menunggu interviewnya.
  • Di sinilah saya menemukan kebenaran fakta bahwa hasil interview US Visa sangatlah random. Jadi interview Visa US itu hasilnya langsung ditentukan di tempat, dan akan mendapatkan satu dari tiga kemungkinan: 1. Mendapat kartu putih, berarti approved, 2. Mendapat kartu kuning, berarti mesti kembali lagi untuk melengkapi dokumen yang lain, atau 3. Kartu merah, yang berarti ditolak.
  • Selama saya menunggu antrian, saya sudah melihat 3 kartu ini keluar untuk orang-orang yang berbeda-beda. Durasi interviewnya pun beragam, ada yang 20 menit lebih, dapat kartu putih. Tapi ada juga yang 3 menit, sat set sat set, tiba-tiba kartu putih juga. Ada yang ga sampe 5 menit, sudah kena kartu kuning. Yang paling epik, ada yang diskusi lama dari saya mulai antri sampe saya dapat waktu interview (mungkin 30 menit lebih), dapat kartu merah! Bahkan diusir sama petugasnya, saya bisa dengar dia teriak tegas “PERATURAN ADALAH PERATURAN!”. Lalu si bapak applicantnya gebrak meja dan balik badan cari pintu keluar. Ohshit, intense sekali, hehe.
  • Hingga tibalah giliran kita dipanggil untuk interview. Saya sudah baca bismillah, Ya Allah mudahkan lidah ini berbicara. Haha, saya sudah siapkan juga semua jawaban dari berbagai kemungkinan pertanyaan yang akan muncul.

Nah proses interview pun dimulai. Saya diinterview oleh petugas Amerika berbahasa Inggris. Saya mencoba tentang dan menjawab dengan santai. Saya diminta menyerahkan passport, dan mulai ditanya. Beberapa pertanyaan yang saya ingat:

  1. Untuk apa tujuan ke US? Business Trip nya berapa lama dan akan pulang kembali kapan?
  2. Apa saja agenda business trip di San Fransisco? Lokasi acara dimana?
  3. Apa nama konferensinya? Siapa yang menyelenggarakan?
  4. Apa pekerjaan Anda dan hubungannya dengan konferensi ini?
  5. Anda sudah punya istri, apakah istri Anda akan ikut?

Sambil bertanya, si abang sambil ngetak ngetik di komputer, lalu jalan sekitar 7 menit…

“Okay that’s it. Here is for you, thank you”, katanya sambil menyerahkan kartu putih. Yang artinya approved.

Sudah begitu saja sodara-sodara, saya dapat Visa US! Akhirnya saya balik badan, dan tepat saat itu juga saya berhenti dan balik lagi. Saya bertanya apakah memungkinkan kalau Passport yang sudah ditempelkan visanya bisa saya ambil secepat mungkin, saya cerita kalau saya harus berangkat ke US 4 hari lagi. Prosedur normal itu passport kita akan selesai dalam 3 hari kerja, dan dikirim ke alamat yang kita minta atau dikirim ke RPX Kasablanka. Tapi saya takut ada masalah di pengiriman, jadi saya tanya apakah ada alternatif lain yang lebih pasti.

Akhirnya dia mengambil sebuah kartu kecil, menulis sedikit, dan menyerahkan ke saya.

“You can take your passport here on Friday, bring this card”.

Daan, begitulah sodara-sodara, visa saya approved dan saya bisa ambil langsung di Embassy 3 hari kemudian!

Dan berakhirlah sudah drama Visa Amerika. Ternyata, mendapatkan visa Amerika dalam dua minggu adalah misi yang bisa dilakukan.

Pulangnya, saya langsung pesan tiket pesawat dan hari Jumatnya saya ambil visanya. Keesokan harinya, saya berada di pesawat untuk perjalanan terbang terlama pertama seumur hidup saya.

Ke Amerika Serikat.

Semoga cerita ini membantu!


Referensi

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

18 tanggapan untuk “Pengalaman Apply Visa Amerika Hanya Dalam 2 Minggu”

  1. informatif sekali mas. Saya hr jumat mnggu ini jdwal intrvw visa US nya. Buat jalan jalan doang, cukup deg deg krn stiker visa yg ada di paspor br Rusia dan stempel trnsit thailand. dtmbh lg saya cuman freelance graphic designer (sdh 5 tahun), jd gak ada surat keterangan kerja. semoga visanya approved 🙂 Terimakasih infonya

    Suka

  2. maaf bisa tanya Kira2 biaya yg dipersiapkan untuk pengurusan visa sampai selesai berapa ya ? soalnya saya baru mau ajukan visa amerika dan memerlukan info .
    terima kasih 🙏

    Suka

  3. Assalammualaikum..mas bisa mohon info untuk berbagi pengalaman?
    Saya berencana ingin bekerja di amerika.bolehkah saya meminta info nomer telp atau whats app yang aktif.sekedar tuk konsultasi mengenai pekerjaan

    Suka

  4. hi k,
    aq mau rencana holiday ke San Fransisco, apakah mereka mengecek rekening koran juga? karna semua akomodasi suami yang menanggung, dan posisi suami saat ini di Belanda

    Suka

  5. Hai, paspor saya baru. Tapi di paspor lama juga baru ada korea selatan aja. Besok saya wawancara visa U.S bersama ibu saya. Kami menggunakan travel, apakah akan approved?

    Suka

  6. Saya ada kunjungan studi banding ke peternakan di Amerika, untuk kelengkapan berkas dan undangan sudah saya siapkan dan untuk semua akomodasi dari visa dan airline fares akan ditanggung oleh Host.
    Untuk surat keterangan kerja nya seperti apa contoh nya
    Terima kasih

    Suka

  7. Assalamu’alaykum,
    kalau passport new belum ada stampnya, apakah akan susah dapat visa?
    itu mz iqbal disuruh balik ambil passport lamanya nggak?

    Suka

  8. Teman-teman yang ingin bertanya, tolong dicatat: saya bukan orang embassy. Semua yang sudah saya tahu sudah saya tulis di blog ini, yang tidak saya tulis berarti saya tidak tahu. Silakan cari referensi lain atau bertanya ke kontak Embassy di website. Thank you

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.