You Are Just Early In The Process

Jika ada fase hidup terbaik untuk belajar, maka dia adalah usia 20an.

Saya membaca banyak buku dan menonton banyak video nasihat orang-orang sukses untuk anak muda di usia 20an, dan semuanya menggarisbawahi 20an sebagai fase belajar. Di fase ini, kita didorong untuk mengumpulkan tiga hal berikut sebanyak-banyaknya: pengetahuan, pengalaman, dan kegagalan.

Kenapa kegagalan? Karena ini fase terbaik untuk gagal: energi masih besar, tanggungan belum banyak, dan kekuatan masih besar untuk belajar dan mencoba apapun. Jadi memang inilah waktunya buat coba-coba banyak hal. Ga perlu geregetan hanya karena lihat orang lain “sudah sukses” di usia yang sama.

Usia 20an juga adalah usia bingung. Ini fase pencarian jati diri. Jangan bingung kalau kalian bingung, karena semua orang di fase ini bingung dengan skalanya masing-masing.

Gue mau jadi apa ya? Gue bisanya mengerjakan apa?

Gue mendingan berkeluarga sekarang atau nanti?

Dan berbagai pertanyaan krisis identitas lainnya.

Jadi apa yang kita lakukan?

Ambil resiko. Coba lakukan yang kita inginkan, karena ini fase terbaiknya. Ini fase terenak untuk kerja bergadang sampai malam dan dapat pengalaman meski ga dibayar. Don’t think all about money on this phase.

Mengambil prinsip Gary Vee dalam menjalani usia 20an: Macro Patience, Micro Speed. Dalam jangka panjang, perlu sabar untuk menuai hasil. Hasilnya baru akan terasa nanti di usia 30an, atau lebih. Tapi dalam jangka pendeknya, kerja keras dan berjuang terus menerus.

Di usia ini, perbanyak kegagalan karena waktu adalah aset terbaik kita. Ketika nanti usia 30an, gagal akan lebih sulit karena kita punya tanggungan keluarga yang butuh dikasih makan. Tapi di usia ini, kita bisa lebih banyak eksperimen dan berjuang habis-habisan.

Di usia ini, jangan berpikir bahwa semua mimpi kita akan terjadi dalam waktu dekat dan bersamaan. Usia ini adalah usia investasi: ini waktunya menanam sebanyak-banyaknya pengetahuan, pengalaman, dan kegagalan. Di fase berikutnya nanti di usia 30an dan 40an, baru kita akan menuai apa yang kita tanam.

Buat kamu yang sedang berjuang di usia 20an, sendirian ataupun bersama pasangan, apapun perjuangan kalian, teruslah berjalan. Lakukan semua hal di usia 20an yang akan membuat diri kalian di usia 30an berterima kasih. Ini memang waktunya kita berjuang.

Jika dalam perjalanannya kalian merasa hilang, atau tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, ambil jeda sebentar dan ingat satu hal:

“You are not lost, you are just early in the process.” – Gary Vee

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

3 tanggapan untuk “You Are Just Early In The Process”

  1. Kalau kasusnya masuk usia 20 an ingin banyak belajar tapi ternyata keluarga sudah menuntut untuk menggantungkan beban ke pundak kita gimana bang?

    Suka

  2. Take a risk, work until late, chase your dream, 20s is the best age to do it. Gain knowledge and experiences. Don’t think too much about money. Yourself at 30s will thank for it.
    Well said bro, kebetulan saya sedang berada di usia early 20 dan baca ini jadi membakar lagi semangat saya untuk melakukan hal yang lebih setiap hari.
    Kalo kata Albert Einsten : “Kegilaan adalah melakukan hal yang sama terus menerus dan mengharapkan hasil yang berbeda.”

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.