Kena Ultimatum

Akhir-akhir ini, saya merasa waktu berjalan super cepat. Seperti ga ada remnya.

Momen berjalan biasa, tapi tahu-tahu sudah sore. Ga dirasa tiba-tiba sudah jumat. Aneh sekali rasanya.

Saya pernah menulis dan membahas tentang ini di podcast sebelumnya, jangan-jangan karena saya ga bisa mengatur waktu. Makanya saya belajar tentang manajemen waktu, dan dapat pencerahan terang di buku Make Time. Baca pembahasan saya di sini.

Tapi setelah menjalani dan merasa manajemen saya jauh lebih baik, perasaannya tetap sama. Tetap loh kok tiba-tiba udah weekend sih, aneh banget rasanya.

Saya tulis ini 8 Agustus, Juli pun baru berasa kemarin. Chantik sekarang sudah masuk kehamilan bulan ke-8, pertama kali kontrol ke dokter juga perasaan belum lama ini. Sekarang saya sudah harus siap-siap menjadi ayah, sebentar lagi.

Waktu memang misteri. Momennya bisa dinikmati sehari-hari, tapi jalannya cepat sekali macam warga RW lomba gerak pagi. Gubrak gubruk tau-tau selesai di garis finish.

Saya cuma ngeri tahun berjalan cepat lalu tak dirasa tiba-tiba saya sampai di tujuan akhir. Malaikat datang tanpa disangka, memberikan ultimatum, waktumu habis sudah. Ayo kita berangkat.

Lalu saya cuma bisa panik keringatan. Apa yang sudah saya buat, belum banyak. Kenapa saya harus pulang sekarang? Lalu jadi seperti mereka-mereka yang diceritakan di ayat, para duta-duta penyesalan. “Andai saja dulu aku hanya seorang batu”, katanya.

Tapi saya tidak mau begitu. Saya manusia, begitu ditakdirkan Yang Maha Kuasa. Lagian saya juga ga mau jadi batu; ga bisa makan, ga bisa nikah, ga bisa masuk surga. Ga asik bosqu.

Maka jadilah manusia. Mengambil apa yang saya perlu di dunia, menyiapkan bekal di akhirat. Saya tidak mau nanti berkata ingin jadi batu.

Jadi manusia yang taat. Ga lupa sholat, zakat, haji. Yang wajib-wajib ga perlu ditawar. Lalu jadi manusia yang bermanfaat, yang bisa bikin bekal saya di dunia dan akhirat berlipat-lipat.

Dua itu saja misi hidup saya. Biar nanti tidak menyesal ketika waktu berjalan cepat dan saya kena ultimatum. Biar saya sudah siap meski tidak menyangka akan didatangi malaikat.

Diterbitkan oleh

Iqbal (@iqbalhape)

Love to share opinions and stories. Host of Podcast Subjective.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.